Mengenal Equity Crowdfunding atau Urun Dana

apa itu crowdfunding - urun dana

Tahukah Anda bahwa pemanfaatan dari blockchain Vexanium adalah untuk pencatatan kepemilikian di dalam equity crowdfunding ?

Jika Anda mempertimbangkan equity crowdfunding atau urun dana sebagai peluang investasi serius, Anda perlu memahami peraturan dari OJK dan bisa mengidentifikasi risiko potensial dari equity crowdfunding sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat.

Industri equity crowdfunding / urun dana ini berkembang pesat dan pada 2015, Goldman Sachs merilis laporan tentang masa depan keuangan di mana mereka menyatakan bahwa crowdfunding “berpotensi menjadi yang paling mengganggu dari semua model baru dalam keuangan.“equity crowdfunding masih cukup baru untuk industri dan ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui sebelum melakukan investasi.

Crowdfunding, sourcing funding across a network of supporters, is potentially the
most disruptive of all of the new models in finance. Broadly, it is empowering
networks of people to control the creation of new products, media, and ideas.
Crowdfunding is disrupting the way films get funded, new products are developed,
charitable decisions are made, and venture capital is raised. Crowdfunding rose to
roughly $10bn in 2014 from $1.5bn in 2011. (Goldman Sachs, The Future of Finance)

equity crowdfunding - next major fintech GoldMan Sachs
Source : Goldman Sachs – Equity Crowdfunding By The Numbers

 

Mengenal 4 Jenis Crowdfunding

Ada berbagai tipe crowdfunding yang berbeda dengan perbedaan benefit untuk pebisnis (penerbit crowdfunding) dan juga investor.

Reward crowdfunding

Investor berkontribusi pada perusahaan Anda dan mendapatkan return non finansial. Umumnya untuk project creative dan menggunakan sistem bertingkat. Semakin besar dana yang didonasikan, semakin besar reward yang diterima. (nama disebut di credit, tiket event, free gift, merchandise). Keuntungan untuk bisnis adalah reward ini tidak mahal.

Debt crowdfunding

Investor akan mendapatkan bunga dari investasinya. Keuntungan pendanaan debt crowdfunding, pebisnis mendapatkan sumber pendanaan lebih murah daripada bunga bank, lebih mudah untuk mendapatkan support karena para backers mendapatkan return tetapi paling cocok untuk bisnis yang telah memiliki revenue.

Equity crowdfunding

Backers akan menginvestasikan uangnya dan mendapatkan return berupa saham sejumlah kecil di perusahaan Anda. Paling cocok untuk perusahaan yang sedang fokus pada growth atau pertumbuhan.

Donation crowdfunding

Crowdfunding yang didesain untuk charity atau project sosial. Kitabisa.com dari Indonesia memiliki mayoritas project seperti ini.

 

Jenis jenis crowdfunding

Sekilas Tentang Equity Crowdfunding

Investor perlu meluangkan waktu sedikit untuk terbiasa dengan crowdfunding.

Equity crowdfunding dimulai dari Undang-undang JOBS (Jumpstart Our Business Startup) di Amerika, atau kalau di Indonesia, POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) Nomor 37 / POJK 04/ 208 tentang Layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis Teknologi Informasi atau Equity Crowdfunding memberikan kesempatan bagi semua warga negara untuk berinvestasi di perusahaan pemula.

Adanya UU urun dana atau equity crowdfunding ini menciptakan peluang bagi para perusahaan pemula / startup untuk mengumpulkan modal yang sangat dibutuhkan dengan cara  menggunakan platform crowdfunding. Pada dasarnya, UU JOBS / POJK No 37 memudahkan perusahaan tahap awal dan pemula untuk mengakses modal dengan memodifikasi aturan dan batasan tertentu.

 

Kenapa Harus Ada Crowdfunding / Urun Dana 

Secara simple adalah karena, Usaha Kecil Menengah (UKM) yang merupakan mayoritas dari bisnis, memberikan efek sangat besar kepada negara, tetapi mayoritas masyarakat (yang tidak memiliki akreditasi) tidak bisa berinvestasi ke UKM sebelum mekanisme equity crowdfunding diakomodasi di dalam undang-undang.

Dengan diakomodasikannya equity crowdfunding lewat undang-undang (POJK 37/Jobs Act) maka akan membuka sumber dana / permodalan baru bagi pebisnis yang pada akhirnya membuka lapangan kerja dan memiliki dampak besar bagi ekonomi.

investor crowdfunding

Terkait sumber pemodalan baru, menurut data di USA, (kita tidak tahu data di Indonesia), dari 318,9 juta masyarakat USA, 233,7 juta adalah investor TIDAK terakreditasi, dan hanya 3,5 juta investor terakreditasi. Dengan adanya aturan equity crowdfunding membuka sumber baru pemodalan bagi UKM sebesar 233,7 juta ini. (Sumber)

skema equity crowdfunding - urun dana

Mekanisme Urun Dana / Equity Crowdfunding

Misalnya di kampanye urun dana ini, perusahaan / startup penerbit ingin melakukan penggalangan dana sebesar Rp. 400 juta.

  1. “Crowd investor” atau “pemodal” memutuskan berinvestasi di kampanye startup tersebut dan melakukan deposit di portal penyelenggara equity crowdfunding.
  2. Perusahaan penyelenggara meneruskan dana tersebut ke startup penerbit.
  3. Perusahaan / startup penerbit menggunakan dana tersebut untuk berbagai macam penggunaan, sama halnya dengan fundraising dengan cara tradisional.
  4. Sebagai gantinya, pemodal / investor akan mendapatkan % ownership di perusahaan penerbit.

 

mekanisme equity crowdfunding - urun dana indonesia

 

Sebagai konsep baru dalam investasi dan dunia pendanaan, equity crowdfunding / urun dana bisa menjadi hal yang beresiko. Beberapa risiko dalam berinvestasi di crowdfunding adalah :

  1. Bisnis yang Anda investasikan bisa saja tutup. Banyak bisnis baru gagal di tahun pertama, jadi Anda bisa kehilangan semua uang Anda.
  2. Tingkat pengembalian tidak dijamin. Saham Anda dari urun dana bisa saja tidak mengalami kenaikan harga dan Anda kemungkinan besar tidak mendapatkan pembayaran dividen (sebagai sharing profit) karena perusahaan berumur muda (apalagi jika technology) biasanya tidak memiliki profit atau menginvestasikan profit ke bisnis mereka kembali.
  3. Kemungkinan sulit menjual saham Anda karena saham ini biasanya tidak di-listing, artinya Anda tidak mudah untuk menjual kembali saham Anda seperti layaknya saham perusahaan besar di pasar saham. Namun POJK nomor 37 tentang equity crowdfunding / urun dana juga mengatur tentan adanya pasar sekunder supaya para pemodal bisa saling memperjualbelikan saham yang dibeli dari equity crowdfunding.Peraturan OJK Pasal 32 :Pasar Sekunder Pasal 32 (1) Penyelenggara dapat menyediakan sistem bagi Pemodal untuk memperdagangkan saham Penerbit yang telah dijual melalui Layanan Urun Dana yang diselenggarakannya. (2) Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat dilakukan antar sesama Pemodal yang terdaftar pada Penyelenggara. (3) Sistem sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat: a. menyediakan harga wajar sebagai referensi penjual dan pembeli; dan b. menyediakan sistem komunikasi bagi Pengguna yang dapat digunakan sebagai sarana komunikasi antar Pengguna untuk membeli atau menjual saham

 

Aturan Investor Equity Crowdfunding di USA Menurut SEC (Security & Exchange Commission)

Menurut aturan equity crowdfunding dari SEC, jumlah maksimum yang dapat diinvestasikan individu dalam penawaran crowdfunding selama periode 12 bulan adalah:

Jika pendapatan tahunan atau  kekayaan bersih investor kurang dari $ 107.000 maka selama periode 12 bulan, Anda bisa melakukan investasi di equity crowdfunding sebesar $2,200 atau 5%  (yang mana yang lebih besar) dari pendapatan tahunan atau kekayaan bersih Anda

Jika pendapatan tahunan dan kekayaan bersih investor sama dengan atau lebih dari $107,000, maka selama periode 12 bulan, Anda bisa berinvestasi sampai dengan 10% dari pendapatan tahunan atau kekayaan bersih Anda (yang mana yang lebih rendah) tetapi tidak melebihi $107,000.

Contoh perhitungan kalkulasinya bisa dilihat di sini :

equity crowdfunding di amerika

Jika Anda memenuhi persyaratan investor individu, Anda dapat mengambil bagian dalam peluang crowdfunding equity. Sementara crowdfunding equity dapat menjadi usaha berisiko tinggi, industri ini juga mengalami pertumbuhan signifikan yang dapat mengarah pada peluang investasi yang berpotensi menguntungkan.

Pada 2017, penawaran untuk Peraturan Crowdfunding (Reg C) di USA meningkat 267% dibandingkan 2016 sementara total investasi tumbuh dari $ 24 juta menjadi $ 49 juta selama periode yang sama.

Aturan Investor / Pemodal Equity Crowdfunding di Indonesia Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Sedangkan kalau di Indonesia, OJK menetapkan beberapa syarat dari investor atau pemodal antara lain :

  1. Memiliki kemampuan untuk membeli saham penerbit, memiliki kemampuan analisis risiko terhadap saham penerbit.
  2. Setiap Pemodal dengan penghasilan sampai dengan Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) per tahun, dapat membeli saham melalui Layanan Urun Dana / equity crowdfunding paling banyak sebesar 5% (lima persen) dari penghasilan per tahun
  3. Setiap Pemodal dengan penghasilan lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) per tahun, dapat membeli saham melalui Layanan Urun Dana paling banyak sebesar 10% (sepuluh persen) dari penghasilan per tahun. (3) Kriteria Pemodal dan batasan pembelian saham oleh Pemodal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal Pemodal merupakan: a. badan hukum; dan b. pihak yang mempunyai pengalaman berinvestasi di Pasar Modal yang dibuktikan dengan kepemilikan rekening Efek paling sedikit 2 (dua) tahun sebelum penawaran saham.

 

Equity crowdfunding memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan, yang mana hal itu berasal dari karakter crowdfunding itu sendiri.

Kelebihan dari equity crowdfunding atau urun dana

Pertama-tama, dalam hal modal ventura dan angel investor, investor umumnya mendapatkan kontrol signifikan atas keputusan perusahaan. Sedangkan pendanaan equity crowdfunding berbeda, sehingga pengusaha / founder tidak perlu memberikan hak tersebut. Jadi, ketika modal perusahaan didapatkan melalui equity crowdfunding atau urun dana, pengusaha tidak kehilangan hak untuk membuat keputusan sendiri.

Kedua, melakukan fundraising melalui platform equity crowdfunding lebih mudah diakses daripada melalui VC. Menurut Bechter et al. Platform crowdfunding “mengatasi masalah bahwa sebagian besar pengusaha gagal mendapatkan pendanaan melalui VC karena dua alasan. Pertama, sebagian besar pengusaha tidak memenuhi syarat untuk pendanaan VC karena mereka tidak dapat bertumbuh dengan cepat, mereka juga tidak memiliki potensi besar untuk melakukan IPO (Initial Public Offering) yang merupakan exit dari VC.

 

posisi equity crowdfunding urun dana

Kedua, ada terlalu sedikit Venture Capital dibandingkan pengusaha yang membutuhkan uang. ”Sigar (2012) mengungkapkan ide yang sama bahwa perusahaan kecil memiliki opsi pembiayaan yang sangat terbatas. Menurutnya, pinjaman bank sering ditolak karena kurangnya jaminan dan track record yang terbukti. termasuk, pembiayaan swasta dari perusahaan venture capital dan angel investor yang hanya mendanai sejumlah kecil bisnis. Sigar, menganggap crowdfunding sebagai peluang untuk mengisi kesenjangan modal ini dengan menghubungkan usaha kecil, yang terpinggirkan dari, kepada sumber tradisional ke masyarakat umum.

Terlebih lagi, pengusaha yang ingin mendapatkan modal melalui platform crowdfunding diberikan kesempatan untuk melakukan test market. Seluruh mekanisme crowdfunding difokuskan untuk mendapatkan banyak orang yang tertarik dengan ide dari founder yang layak untuk diberikan investasi uang, waktu dan perhatian mereka.

Ketika funding portal atau portal penyelenggara equity crowdfunding / urun dana mengumumkan ide atau model bisnis baru, tenggang waktu untuk mencapai tujuan penggalangan dana biasanya ditetapkan beberapa bahkan bisa  melebihi target yang ditetapkan, dan beberapa tidak mencapai.

Ramsey dalam “What the heck is crowdfunding” menekankan bahwa “mereka dapat mengukur potensi keberhasilan start-up bisnis berdasarkan respon publik terhadap permintaan dukungan oleh startup”. Dengan kata lain, jika begitu banyak orang percaya pada ide atau model bisnis tersebut, hal ini mungkin mengekspresikan wisdom of the crowd – ” artinya ide atau model bisnis ini kemungkinan akan berhasil.

Terakhir, crowdfunding memberikan manfaat bagi masyarakat melalui cara lokal dan global. Kitchens and Torrence menyatakan bahwa crowdfunding akan menjadi alat bagi orang untuk berinvestasi di komunitas mereka sendiri dan ini akan membantu menciptakan ekonomi yang sehat secara berkelanjutan. Ramsey mendukung gagasan itu dengan menyatakan bahwa crowdfunding menciptakan “peluang bagi orang-orang berbakat dengan sumber daya terbatas dan bagi investor yang ingin mempertahankan talent tersebut di komunitasnya”. Menurut Blechter et al. Saat ini teknologi modern memungkinkan untuk mengatasi hambatan geografis dan mengakses uang secara global. Temuan penelitian, mengungkapkan, bahwa sebagian besar pengusaha fokus pada proyek dalam komunitas geografis mereka tetapi mencoba untuk mengumpulkan dana secara global.

 

Kelemahan dari Equity Crowdfunding / Urun Dana

Beberapa kelemahan crowdfunding  berasal dari internal mereka sendiri seperti karakteristik yang menempatkan crowdfunding pada posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan cara pembiayaan lainnya, dan dapat dianggap sebagai suatu kelemahan.

Yang pertama, pengusaha yang melakukan equity crowdfunding atau urun dana untuk bisnis mereka juga harus memikirkan tantangan administrasi dan akuntansi yang akan mereka hadapi. Meskipun saat ini crowdfunding didasarkan pada donor yang menerima reward, load pekerjaan untuk mencatat kontribusi dan melakukan pengiriman reward akan memakan waktu. Ketika sejumlah besar investor menjadi pemegang saham, bisnis akan menghadapi tantangan administrasi dan akuntansi yang lebih besar. ” hal ini akan membutuhkan pembukuan yang cermat dan melelahkan dari semua kepemilikan investasi dan saham dalam bisnis mereka untuk menentukan bagian dari keuntungan yang menjadi hak setiap investor” ( Sigar, 2012). 

Terlebih lagi, Sullivan dan Ma (2012), Bechter et al. (2011) dan Galwin (2012) menyatakan bahwa wirausahawan yang ingin melakukan equity crowdfunding menghadapi risiko ide mereka dicuri oleh investor atau startup yang memiliki pendanaan lebih baik atau perusahaan besar. Pengusaha mungkin tidak memiliki pengetahuan untuk melindungi ide-ide dan rencana bisnis mereka, dan, apalagi, jika ide atau rencana bisnis dicuri, sebagian besar pengusaha akan kekurangan sumber daya untuk memperjuangkannya di pengadilan. Risiko seperti ini dianggap sebagai kelemahan, karena bagian dari mekanisme crowdfunding adalah harus menyajikan ide dan model bisnis di depan umum.

Juga, concern terhadap penipuan diungkapkan oleh Sullivan & Ma (2012), Galwin (2012) & Sigar (2012). UU JOBS (2012) melonggarkan persyaratan peraturan untuk usaha kecil dalam berbagai cara dan itu bisa menjadi prasyarat untuk penipuan melalui crowdfunding (Gobble, 2012). Sebagai hasil dari pengurangan persyaratan untuk pengungkapan publik, beberapa bisnis dapat mencoba menyembunyikan status keuangan mereka yang sebenarnya. Juga, beberapa bisnis bahkan mungkin dibuat sebagai penipuan perusahaan dapat dimulai untuk mengambil dana, membayar semuanya sebagai gaji dan kemudian perusahaannya ditutup. Sigar (2012) menyatakan pendapatnya bahwa sementara menerapkan aturan, SEC atau regulator harus berhati-hati mempertimbangkan cara untuk melindungi investor, terutama yang rentan, yang tidak memiliki pengetahuan financial cukup. Perlindungan investor yang lebih lemah dan potensi penipuan dalam artikel ini dianggap sebagai kelemahan, karena, regulasi ini hanya berlaku untuk crowdfunding, dan tidak berlaku untuk fundraising yang lain.

Juga, crowdfunding adalah pendekatan berbasis internet. Sigar (2012) menemukan fakta, bahwa “internet, yang menggantikan pertemuan nyata dengan pertemuan virtual, dapat mempersulit investor untuk menentukan apakah bisnis dari perusahaan penerbit ini sah atau tidak”. Juga muncul masalah dalam memilih platform crowdfunding atau penyelenggara equity crowdfunding yang dapat dipercaya. Ini adalah masalah bagi investor dan pengusaha. Meskipun sejumlah besar informasi saat ini dapat ditemukan di internet, sulit bagi investor yang tidak canggih untuk memutuskan penyelenggara mana dan bisnis mana yang dapat dipercaya dan layak. Karena tidak ada broker untuk memberikan saran.

Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threat) Crowdfunding atau Urun Dana

Beberapa peluang crowdfunding juga dapat ditemukan (Blechter et al., 2011; Sigar, 2012; Kitchens & Torrence, 2012 dan lainnya) di antara kelebihan crowdfunding. Meskipun demikian, diperlukan wawasan di sini karena crowdfunding adalah hal baru dan muncul dengan sangat cepat, mengeksplorasi elemen-elemen yang dapat dieksploitasi untuk meningkatkan pentingnya crowdfunding dan mempercepat perkembangannya.

Pertama-tama, pandangan yang baik, yaitu masyarakat kontemporer, perlu diambil. Dalam pengetahuan ekonomi, pembentukan informasi masyarakat harus diperhatikan dan diperhitungkan. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu, penggunaan internet muncul dan hal ini memicu popularitas berbagai jejaring sosial dan proyek berbasis crowdsourcing untuk terus maju. Jejaring sosial dan crowdsourcing dapat digunakan untuk kepentingan crowdfunding. Crowdfunding dapat menggunakan jejaring sosial untuk promosi. Blechter et al. (2011) menyatakan, bahwa jejaring sosial dapat berfungsi sebagai media dalam mempromosikan proyek kepada masing-masing, teman-teman mereka. Blechter et al. (2011) menunjukkan bahwa “investasi semakin cepat ketika wirausahawan semakin dekat ke jumlah yang diperlukan di mana orang luar berkontribusi sebagian besar dana dibandingkan dengan fase awal di mana teman-teman berkontribusi paling banyak“. Jadi, setelah anggota keluarga dan teman-teman berkontribusi pada tahap awal, mereka dapat merekomendasikan bisnis untuk teman-teman mereka melalui jejaring sosial dan berfungsi sebagai sumber yang dapat dipercaya. Memiliki rekomendasi seperti itu dan melihat bahwa sebagian besar dari jumlah tersebut sudah berhasil di-raised, orang luar lebih mungkin untuk berkontribusi.

Kemungkinan untuk melakukan pemasangan antara crowdfunding dengan crowdsourcing terlihat menjanjikan. Menurut Sigar (2012), crowdfunding dapat berfungsi sebagai alat bagi inovator untuk mempertajam model bisnis, artinya meminta masukan terhadap produk atau layanan mereka bahkan sebelum mereka ditawarkan kepada publik.

Blechter et al. (2011) mengatakan bahwa ide yang diposting online akan dievaluasi bersama investor dan setelah konsensus dicapai, baru dilakukan crowdfunding (term yang mirip adalah “co-creation”. Blechter et al. (2011) menyatakan, bahwa strategi seperti itu mungkin tidak cocok untuk proyek komersial karena masalah kepemilikan dari ide.

Efek positif crowdfunding diharapkan memiliki peluang dalam ekonomi. Crowdfunding dikatakan mampu menciptakan pekerjaan baru (Sigar, 2012) dan mengkatalisasi ekonomi.

Pemulihan ekonomi jangka panjang (Gobble, 2012), membantu perkembangan ekonomi (Kitchens & Torrence, 2012) dan inovasi (Shirky, 2012; Kitchens & Torrence, 2012). UU JOBS dirancang untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan akses ke pasar modal publik untuk perusahaan yang sedang tumbuh (Kitchens & Torrence, 2012).

Sacks dalam Shaking Crowdfunding (2012) mengatakan, bahwa

“Bahkan jika ada pengusaha dengan ide, tidak akan ada bisnis dan tidak ada pekerjaan kecuali ada modal.

Manfaat equity crowdfunding pada ekosistem inovasi juga signifikan. Menurut Shirky (2012)

Ini bukan efek sampingnya, ini benar-benar efek utama meningkatkan ekonomi startup: membuat lebih banyak orang mencoba lebih banyak ide, yang juga berarti lebih banyak kegagalan. Tapi itu juga berarti lebih banyak pengalaman, itu berarti lebih banyak kejutan, itu berarti biaya lebih rendah ”.

Kitchens & Torrence (2012) mengungkapkan ide yang sangat mirip yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi didorong oleh inovasi, inovasi didorong oleh eksperimen dan eksperimen digerakkan oleh crowdfunding. Juga, menurut Sigar (2012) usaha kecil memberi konsumen lebih banyak pilihan produk dan layanan. Dengan begitu banyak efek positif yang diharapkan terjadi.

Juga, equity crowdfunding dirancang sebagai peluang investasi untuk melakukan fundraising tidak diharapkan untuk bersaing dengan cara lain dalam melakukan fundraising atau berinvestasi. Misalnya kalau di Indonesia, menurut peraturan OJK jumlah dana maksimal yang bisa diperoleh melalui urun dana adalah Rp. 30 Miliar supaya tidak bertabrakan dengan metode fundraising melalui IPO (Initial Public Offering) papan startup di IDX.

Di satu sisi, Shirky (2012) mendasari gagasan, bahwa crowdfunding adalah metode yang cukup niche untuk melakukan fundraising dan menyatakan bahwa mungkin tidak akan ada tumpang tindih dengan metode lainnya. Pada saatnya nanti equity crowdfunding akan terbukti tidak bersaing dengan metode fundraising lainnya, dan akan menjadi peluang investasi baru bagi masyarakat yang tidak punya cukup uang untuk berinvestasi di saham bahkan crowdfunding lebih mungkin untuk bersaing dengan perjudian (Farrel).

Kelebihan Kekurangan Equity Crowdfunding Urun Dana
VALUATION OF CROWDFUNDING: BENEFITS AND DRAWBACKS – Loreta Valanciene, Sima Jegeleviciute Kaunas University of Technology, Lithuania

 

Perbedaan antara equity crowdfunding atau urun dana dengan pendanaan dari Venture Capital

Fundraising lewat Venture Capital tidak didesain untuk scalability, sedangkan crowdfunding + internet = scalability dalam fundraising !

Kelebihan lainnya melakukan fundraising lewat equity crowdfunding adalah founder akan mendapatkan term investasi lebih baik.

Point penting tentang bagaimana Venture Capital menghasilkan uang adalah term yang mereka masukkan ke dalam deal, yang sangat membatasi ruang gerak founder, mereka ingin board seats, kontrol, liquidation preference (jika perusahaan ditutup, mendapat hak finansial terlebih dahulu), segala hal yang bisa membatasi dan kurang menguntungkan founder, termasuk menegosiasikan valuasi, mengusahakannya supaya turun sehingga memberikan potensi naik yang lebih tinggi untuk VC.

Dalam melakukan fundraising lewat VC, posisi founder bisa dibilang lemah karena mereka membutuhkan uang, tetapi mereka takut VC meninggalkan mereka. Tetapi jika founder bisa melakukan crowdfunding, founder bisa melakukan fundraising berdasarkan term yang mereka inginkan.

Salah satu keuntungan dari equity crowdfunding dibandingkan VC adalah dokumen yang terstandarisasi untuk seluruh investor, dokumen ini terkait dilusi dan hak investor, bisa dibilang cukup fair untuk investor dan founder.

 

Siap menyongsong era equity crowdfunding ?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *