Apa itu ICO (Initial Coin Offering)?

Jika anda sudah biasa berurusan dengan investasi, saham, IPO dan sejenisnya, tentu pasti anda pernah mendengar istilah yang dinamakan ICO atau Initial Coin Offering. Singkatan ini awalnya diperkenalkan setelah munculnya sebuah teknologi revolusioner abad ini, yaitu teknologi blockchain.

Untuk mengetahui apa itu ICO, maka kita harus mengetahui dulu dasar-dasar teknologi yang berada dibalik ICO, yaitu teknologi blockchain, token, dan smart contract.

 

Blockchain

Blockchain sering disama artikan dengan Bitcoin, tapi yang perlu anda ketahui adalah bahwa blockchain bukan Bitcoin atau cryptocurrency lainnya. Tapi, bitcoin dan cryptocurrency lainnya menggunakan teknologi blockchain. Sederhananya, blockchain adalah teknologi database digital yang sifatnya terdesentralisasi.

Blockchain memungkinkan adanya penyimpanan data yang sifatnya transparan, permanen dan terdistribusi. Hal ini membuat database dengan teknologi blockchain sangat kuat dibandingkan dengan teknologi database konvensional yang saat ini masih banyak kita gunakan. Salah satu manfaat dari blockchain adalah penggunaan cryptocurrency di atas teknologi ini, tapi ingat, itu hanya salah satu dari banyaknya manfaat blockchain yang bisa digunakan ke depannya.

 

Token

Sebelumnya saya sudah menyinggung sedikit mengenai bitcoin dan cryptocurrency. Token merupakan salah satu bentuk dari cryptocurrency yang dibuat untuk mewakili nilai dari sesuatu. Token diterbitkan oleh sebuah proyek berbasis blockchain yang tidak memiliki jaringan blockchainnya sendiri, dengan kata lain proyek tersebut menggunakan jaringan blockchain dari proyek lain.

Token ini tidak dapat diterapkan secara langsung ke blockchain, karena blockchain biasanya hanya dapat memproses transaksi mata uang kripto mereka sendiri untuk menggunakan ekosistem dari proyek tersebut.

 

Smart Contract

Aplikasi yang digunakan token disebut dengan smart contract. Namun, mereka bentuknya hanya terlihat seperti sekelompok kode. Jadi, untuk digunakan oleh pengguna biasa, pengembang membuat DApps (Decentralized Application).

Smart contract atau DApps inilah yang merupakan sarana penyaluran token-token proyek tersebut. Seolah-olah token tersebut dibuat untuk menjadi bahan bakar penggerak untuk menggunakan proyek tersebut.

 

ICO

Setelah anda mengetahui tentang blockchain, token, dan smart contract, maka kita sudah siap untuk membahas tentang apa yang dimkasud dengan ICO. IPO dan ICO dapat dibandingkan satu sama lain. IPO adalah Initial Public Offering, yang merupakan istilah yang digunakan ketika perusahaan pertama kali melepas saham mereka ke pasar saham. Sebelum itu, saham perusahaan bersifat pribadi dan sahamnya tidak tersedia untuk umum.

ICO tidak serapi dan sebersih IPO. ICO lebih dianggap sebagai sarana crowdfunding. Dengan ICO, sebuah proyek meluncurkan sebuah token yang bisa digunakan untuk ekosistem perusahaannya, jadi pengguna mendapatkan token ketika mengikuti ICO. Token ini tidak memberi Anda otoritas jangka panjang atau kepemilikan proyek; mereka hanyalah sarana bagi proyek untuk mengumpulkan dana.

Jika proyek berhasil, nilai token yang pengguna miliki dapat meningkat. Jadi, Anda bisa menjual token lebih dari yang Anda beli.

Related articles

apa itu blockchain

Belajar Blockchain – Mengenal Teknologi Blockchain Sebagai P2P Decentralized Network

Blockchain adalah rantai /chain dari block data yang disimpan di ribuan komputer atau server (disebut juga peer to peer) yang terdistribusi di banyak area geografis, data yang dicopy di masing-masing komputer tersebut adalah buku besar yang lengkap dan menyimpan data transaksi debit dan kredit dari aset digital. Buku besar ini bisa juga dilihat sebagai statement […]

tempat trading crypto yang terbagus

Ranking Tempat Trading Bitcoin Terbaik Indonesia yang Terdaftar Bappepti 2020

  Penentuan ranking website untuk tempat trading bitcoin atau pembelian cryptocurrency bukanlah hal yang remeh dan sederhana, karena para exchange yang kebanyakan bersifat sentralisasi adalah muara dari kebanyakan project yang bersifat decentralized. Projectnya bersifat decentralized, tetapi, muaranya bersifat centralized (“mudah dimanipulasi”). Yang terjadi adalah banyak project blockchain atau crypto yang mengalami masalah keuangan karena harus […]

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *