Blockchain dan Crypto Indonesia

Apa itu NFT dan Apa Yang Perlu Diketahui Seniman Digital Tentang NFT

Selain topik decentralized finance, Topik NFT atau Non Fungible Token menjadi topik hangat di industri blockchain menjelang akhir 2020 dan awal 2021. Marketplace NFT seperti Niftygateway, NBA Topshot, Opensea meraih angka penjualan yang besar, juga memiliki secondary market yang memiliki likuiditas tinggi.

sumber : Justincone.com – Introduction to cryptoart

Apa Itu NFT (Non Fungible Token)

Non Fungible Token atau NFT adalah crypto yang setiap unitnya memiliki keunikan tertentu dan tidak bisa begitu saja dipertukarkan, berupa token kriptografi yang merepresentasikan ownership dari barang yang pada umumnya bersifat digital native.

Contoh , menukar suatu rumah dengan rumah lain (non fungible) tidak seperti menukar rupiah dengan rupiah (fungible) lainnya. Rumah tidak bisa begitu saja ditukar karena memiliki banyak perbedaan elemen desain, material, sejarah dll.

Contoh dari NFT antara lain crypto art, game assets, digital collectibles, nama domain, representasi real-world assets yang ditokenisasi.

Apakah itu Cryptoart?

Belum ada definisi universal mengenai cryptoart itu sendiri tapi cryptoart dapat diartikan sebagai hasil seni yang menggunakan teknologi blockchain dalam proses pembuatan atau proses distribusinya.

Apakah itu teknologi blockchain?

Blockchain dapat diibaratkan sebagai spreadsheet yang dapat dilihat oleh semua orang dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:

Sama seperti spreadsheet pada umumnya, blockchain merupakan alat yang sangat baik dalam hal melacak transaksi. Transaksi sendiri dapat berlaku mulai dari hal yang paling sederhana seperti pertukaran barang antar 2 orang. Maka dapat dikatakan blockchain menyimpan transaksi yang dapat dilihat oleh siapapun namun hanya dapat diubah di dalam situasi tertentu.

Apakah itu NFT?

NFT sendiri merupakan singkatan dari non-fungible token. Mudahnya, NFT dapat diibaratkan sebagai barang-barang yang dapat di koleksi secara digital dimana barang-barang yang dapat dikoleksi di dunia nyata adalah seperti cap, buku hingga stamp pokemon. Hal yang sama juga dapat berlaku di dunia digital. NFT merupakan teknologi blockchain yang memungkinkan orang untuk mengumpulkan barang apapun dan memperjualbelikannya, termasuk karya seni. Teorinya, NFT dapat digunakan untuk barang-barang lain juga seperti menerbitkan tiket nonton, menjual item di video game atau bahkan sebagai bukti kepemilikan real estate.

Bagaimana NFT dibuat?

Ada 2 langkah umum yang dapat dilakukan untuk membuat NFT:

  1. Buat barang yang diinginkan – NFT awalnya dikenal sebagai digital art seperti gambar, GIF, video (dengan atau tanpa audio), musik.
  2. Tokenisasikan barang tersebut – Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa NFT adalah token. Token NFT dapat dianggap sebagai digital link yang menghubungkan kita ke barang yang kita buat. Token juga berada di blockchain dimana kita tahu merupakan alat yang sangat baik dalam hal melacak transaksi. Ketika kita mentokenisasi sebuah karya seni digital, kita menghubungkan karya seni tersebut ke dalam blockchain dimana hal ini berguna untuk membuktikan kepemilikan atas karya seni tersebut. Untuk NFT sendiri, Ethereum merupakan jaringan blockchain yang umum digunakan.

Token + media = cryptoart

Hal penting yang perlu diingat bahwa token itu sendiri bukanlah cryptoart.

 

Bagaimana token dapat dihubungkan ke barang digital?

Pada dasarnya, kita menghubungkan token ke barang digital yang sudah dibuat dengan menyertakan beberapa informasi tambahan (metadata) ke NFT. Beberapa info tambahan tersebut termasuk link ke gambar, video, GIF, lagu dan lainnya yang disimpan di tempat lain. Tentu saja hal ini memunculkan beberapa pertanyaan seperti:

Memahami konsep “ownership”

Tentu ada yang bertanya-tanya mengenai hal berikut:

“Jika NFT bukanlah gambar, animasi dan musik sebenarnya yang saya buat, bisakah orang-orang menyalin karya seni saya begitu saja?”

Perlu diingat bahwa cryptoart sebenarnya adalah perpaduan token dan media yang dibuat. Jadi siapapun dapat menyalin gambar tersebut dan hal tersebut tidak masalah karena yang penting adalah satu gambar spesifik yang terdaftar di metadata NFT. Jadi seseorang dapat melihat ratusan gambar nya tersebar di internet namun yang paling penting adalah gambar yang terdaftar di metadata NFT.

Berikut adalah contoh salinan gambar dengan resolusi tinggi dari Untitled #96 Cindy Sherman:

Pada 2011, cetakan foto itu terjual seharga  $ 3.89 juta USD di lelang Christie dimana hal ini mencetak rekor untuk foto termahal yang pernah terjual (pada saat itu). Dan sekarang, orang-orang dapat dengan mudah memproduksi ulang foto tersebut dan terkadang para penjual pun mendapatkan uang yang banyak dari re-produksi foto ini.

Namun tentu saja foto asli dan foto yang direproduksi berbeda karena orang membeli 1 cetakan foto spesifik yang dikeluarkan oleh seniman dimana foto tersebut membeli kualitas terbagus. Jika ada yang masuk ke studio Cindy Sherman, mencuri foto tersebut, memproduksi dalam jumlah banyak dan menjualnya, ia juga tidak dapat menjual foto tersebut dengan harga tinggi karena foto tersebut bukanlah foto resmi dari si seniman. Hal yang sama juga berlaku di NFT dimana NFT dapat melacak karya seni yang resmi dari seniman dan blockchain dapat menunjukkan para pemilik-pemiliknya, termasuk pemilik yang sekarang.

Selain itu jika ada lukisan asli terpajang di kumpulan lukisan yang di produksi ulang maka pemilik yang asli akan bisa membedakannya dari lukisan-lukisan yang lain. Begitu juga dengan NFT, mereka mengarah ke salinan spesifik dari artwork digital yang ada di internet.

Salah satu contoh lukisan yang paling terkenal adalah Monet Water Lillies yang pada zamannya banyak sekali diproduksi merchandisenya seperti tempelan kulkas atau yang lainnya Jika kita saat ini melakukan pencarian Monet Water Lillies di Amazon maka kita akan mendapatkan lebih dari 800 barang yang dijual mulai dari dasi, mouse pads hingga masker. Di samping banyaknya barang lain yang mencatut gambar Monet Water, lukisannya sendiri secara rutin menghasilkan puluhan juta dolar ketika di lelang. Selain karena nilai aslinya yang terus meningkat, lukisan dalam serial Water Lilies hanya ada sekitar 250 lukisan.

Monet Water lilies

“Kesulitan orang untuk memalsukan lukisan tersebut adalah hal yang membuat lukisan tersebut berharga. Jika ada yang dapat memalsukan lukisan tersebut secara terperinci maka nilai dari lukisan asli akan turun, dan biasanya lukisan yang asli akan tersimpan di tempat yang sangat tersembunyi.”

Menciptakan objek fisik

Pada titik tertentu, banyak seniman menjadi bingung dan frustasi akan hal-hal yang sudah dijelaskan di atas sehingga mereka memutuskan untuk membuat karya fisik dari karya seni mereka yang menjadikan karya tersebut lebih spesial dan tidak dapat di salin. Ide ini akhirnya menjadi ide yang sangat populer di kalangan seniman.

Gagasan menciptakan komponen fisik untuk melengkapi komponen digital merupakan hal yang masuk akal. Gagasan tersebut hadir untuk mengatasi masalah yang terdapat seputar kepemilikan dan kemampuan “copyability” dari sebuah karya. Pada saat yang sama, hal ini juga memungkinkan kolektor untuk memajang sesuatu secara fisik di rak mereka. Sekilas gagasan ini merupakan solusi yang bersifat win-win.

Namun ternyata, NFT tidak bekerja dengan semudah itu. Meskipun tidak ada yang dapat mencegah seniman untuk menciptakan bentuk fisik dari karya digital, penting untuk memahami plus minus dari hal ini.

 

Barang fisik dapat bersifat sulit untuk ditokenisasi

Perlu diingat bahwa NFT hanya ornamen yang mengarah ke aset. NFT bukanlah ornamen yang berdiri sendiri. Jika Anda membuat teko dan memutuskan untuk menjualnya sepaket dengan cetakan 3D dari teko tersebut, Anda perlu memikirkan beberapa hal sebagai berikut:

Tentu masih banyak hal yang harus dilakukan di area ini namun intinya adalah tidak ada cara yang mudah untuk menautkan NFT ke objek digital dan fisik.

NFT bergerak dengan cepat namun tidak demikian dengan objek fisik

NFT dapat berpindah kepemilikian ratusan kali dalam beberapa menit saja. Salah satu hal yang menjadikan NFT populer adalah orang dapat memperdagangkan mereka  di pasar sama dengan cara bagaimana mereka memperdagangkan saham, dimana hal ini dapat secara cepat meningkatkan atau menurunkan nilai mereka. Ketika Anda menghubungkan objek fisik ke NFT maka akan muncul beberapa pertanyaan.

Namun, di blockchain, setiap identitas dikaburkan. Satu-satunya identitas yang mudah dilacak adalah seniman dari NFT tersebut. Hanya saja di blockchain, tidak terdapat cara bagi pembeli baru untuk menghubungi pemiliki sebelumnya. Namun hal ini tidak berarti Anda sebagai pembuat asli harus bertanggung jawab atas apapun yang terjadi atas NFT tersebut.

Kepemilikan dari barang fisik berbeda dengan kepemilikan dari barang digital

Jika dibandingkan dengan hukum digital property yang bersifat masih baru, hukum yang mengatu mengenai properti fisik bersifat sangat jadul. Selain itu, hukum yang berlaku juga berbeda-beda di seluruh dunia tergantung di negara atau negara bagian mana.

NFT sendiri diciptakan untuk sistem kepemilikan yang bersifat decentralized dan tidak terikat dengan hukum manapun. Kepemilikan objek fisik dari NFT merupakan hal yang belum dipetakan secara hukum.

Anda tidak dapat menghindari pemisahan aset yang mungkin terjadi

Tidak ada hal yang dapat memisahkan pembeli selanjutnya untuk menjual aset digital dan aset fisik Anda secara terpisah. Namun, mungkin saja mereka tidak akan menjual secara terpisah karena aset nya akan bernilai lebih mahal jika dijual bersamaan.

 

Bagaimana membuat NFT Anda sendiri?

Ada beberapa langkah umum yang perlu Anda ikut:

Wallet crypto sendiri ibaratnya merupakan kartu debit yang memungkinkan Anda untuk membeli dan menukar token. Terdapat beberapa wallet populer yang sinkron dengan NFT, diantaranya adalah: MetaMask, Rainbow, Coinbase Wallet, Pillar, Enjin, Trust atau Exodus. Ke depannya Vexwallet Decentralized wallet juga akan memiliki fitur NFT.

Hal ini tidak harus langsung dilakukan, namun dengan menambahkan token ke wallet Anda maka Anda dapat mulai bereksperimen dengan wallet Anda.

Minting sendiri merupakan kata lain dari mentokenisasi hasil karya Anda di blockchain. Sebenarnya, Anda tidak perlu menggunakan platform minting NFT  untuk mentokenisasi hasil karya Anda namun karena penggunakan platform ini cukup mudah maka menjadi populer. Berikut adalah platform minting NFT yang mudah dimengerti: Rarible, Mintable, Cargo. Perlu diingat juga diperlukan biaya ketika memilih blockchain Ethereum untuk mentokenisasi karya Anda. Menambahkan karya ke Ethereum membutuhkan computing power dimana computing power ini membutuhkan gas fee yang cukup mahal,dan gas ini tidak bersifat gratis. Bahkan biaya gas yang tinggi di blockchain Ethereum telah menjadi masalah yang nyata. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan dapat mematikan proyek yang sedang berkembang. Jika menggunakan platform Vexanium, feenya di kisaran Rp.10 per minting NFT.

Bagaimana NFT dapat dijual?

Beberapa minting platform yang disebutkan diatas juga memiliki fungsi sebagai marketplace dimana NFT dapat diperjualbelikan namun setiap platform tentu memiliki kelebihan masing-masing. Berikut adalah minting platform terpopuler:

– Platform mint&market yang ramah pemula

–  Terbuka untuk siapapun

–  Memiliki opsi royalti (terdapat di marketplace rarible)

– Dapat menjual item satuan atau koleksi

– Item yang ada bersifat cross-listed di OpenSea

– Saat ini merupakan marketplace NFT terbesar dengan lebih dari 200 kategori dan 6 juta barang

– Terbuka untuk siapapun

– Dapat mengagregasi NFT dari beberapa marketplace

– Decentralized exchange

– Penekanan pada lelang yang memiliki jangka waktu dari barang-barang koleksi

– Kreator dapat memilih opsi royalti (hanya berlaku untuk transaksi yang terjadi di marketplace nifty)

– Diperlukan adanya pengajuan aplikasi untuk menjadi kreator

– Teknik pendekatan curated gallery dengan acara perilisan yang memiliki jangka waktu

– Diperlukan adanya pengajuan aplikasi untuk menjadi kreator

– Marketplace terkurasi yang berfungsi seperti galeri seni online

– Diperlukan adanya pengajuan aplikasi untuk menjadi kreator

– Lelang yang berdasarkan waktu dan marketplace yang bersifat tradisional

– Diperlukan adanya pengajuan aplikasi untuk menjadi kreator

Bagaimana cara kerja royalti?

Mungkin hal yang paling menarik dari NFT adalah dukungannya pada royalti yang dibayarkan ke seniman.

Apakah itu royalti?

Di musik industri, jika Anda menulis lagu dan dirilis, Anda akan dibayar setiap lagu tersebut dibeli, dilisensikan atau diputar. Pembayaran tersebut dinamakan royalti. Royalti pada umumnya merupakan persentase dari jumlah transaksi yang ada. Contohnya 5% royalti dari lisensi musik senilai $100 adalah $5.

Royalti di marketplace NFT

Pada saat ini, belum ada sistem built-in royalti untuk NFT di blockchain Ethereum meskipun terdapat banyak pengajuan proposal untuk hal ini. Hal ini berarti sistem royalti yang ada sekarang disediakan oleh marketplace yang melakukan bisnis di atas blockchain Ethereum (atau blockchain lainnya). Setiap marketplace memiliki aturan dan pilihannya sendiri dalam hal pengaturan dan pembayaran royalti.

Contohnya:

  1. Anda berniat untuk mentokenisasi dan menjual NFT dari teko Anda di Rarible
  2. Ketika Anda membuat listing, Anda menginginkan royalti sebesar 20% (Di Rarible, Anda dapat menentukan persentase royalti yang diinginkan)
  3. Beberapa hari setelahnya, barang Anda terjual senilai 5 ETH (5 Ether yang setara dengan $3.700 USD)
  4. Anda mendapatkan semua bagian dari penjualan tersebut setelah dipotong dengan komisi Rarible
  5. Beberapa minggu setelahnya, pembeli asli dari NFT Anda menjual kembali NFT tersebut di secondary marketplace Rarible dengan nilai 6 ETH ($4.400). Karena Anda ingin mendapatkan komisi sebesar 20%, Anda akan mendapatkan komisi sebesar $880 dari transaksi tersebut meskipun Anda tidak terlibat langsung
  6. Beberapa minggu setelahnya lagi, pemilik yang baru menjual NFT Anda di OpenSea (semua barang di Rarible dapat diperjualbelikan di OpenSea juga). Sayangnya saat ini, Anda tidak mendapatkan royalti apapun. Royalti yang Anda dapatkan dari Rarible saat ini bersifat tidak dapat ditransfer ke OpenSea.

Perlu diingat bahwa setiap marketplace memiliki peraturan yang berbeda mengenai royalti.

Bagaimana dengan pajak?

Di AS dan Uni Eropa, ketentuan yang berlaku saat ini adalah Anda hanya dikenakan pajak atas keuntungan yang Anda peroleh ketika mengubah aset crypto ke dolar AS atau Euro. Dengan ketentuan ini, uang yang dihasilkan dari penjualan NFT dikenakan pajak dengan cara yang mirip dengan uang yang Anda hasilkan dari penjualan saham dan sejenisnya.

Berikut adalah contoh lain:

  1. Anda menjual NFT dan mendapatkan 5 ETH (sekitar  $3.700 USD) namun Anda tidak mengubahnya ke USD dan hanya membiarkannya tetap di wallet Anda
  2. Anda kemudian menggunakan setengah dari ETH tersebut untuk membeli BTC
  3. Harga Bitcoin naik dan BTC Anda sekarang bernilai $10.000
  4. Anda memutuskan untuk menjual setengah dari BTC Anda ke USD sejumlah $5000 dan kemudian mentransferkannya ke rekening bank Anda
  5. Meskipun total nilai di wallet crypto Anda melebihi $5000 namun Anda hanya dikenakan pajak atas $5.000 yang Anda hasilkan saat menjual BTC ke USD

Namun jika crypto benar bersifat anonimus, bagaimana pemerintah tahu mengenai keuntungan yang didapatkan dari penjualan crypto tersebut? Sampai kita berada di 100% crypto economy, setiap uang yang kita hasilkan dari cryptoart akan masuk ke rekening bank kita. Bank berhak untuk melaporkan transaksi yang besar atau mencurigakan kepada pemerintah (tanpa sepengetahuan kita). Selain itu dari pihak regulator juga terus menekan untuk adanya transparansi  di transaksi crypto. Di AS sendiri, pemerintah mulai sadar akan perihal pajak ini dimana Internal Revenue Services memiliki kode pajak yang secara khusus terkait dengan cryptocurrency. Platform seperti ZenLedger, Accointing,  dan Koinly dapat membantu Anda untuk mempersiapkan pajak crypto Anda.

 

NFT untuk seniman digital

Dalam beberapa bulan ini, kita sudah mendengar hal-hal mengenai NFT mulai dari NFT untuk seniman digital, seniman dapat memonetisasi karyanya melalui NFT, NFT dapat menjadikan kita kaya, NFT menghilangkan pihak ketiga. Pada teorinya, NFT memang menghilangkan orang ketiga namun nyatanya hal tersebut agak sulit.

Di industri seni tradisional, pihak ketiga merupakan galeri, dealer, pelelang, kurator dan pada dasarnya siapa saja yang ada di antara seniman dan kolektor. Untuk NFT, pihak ketiga hadir dalam bentuk platform minting dan marketplace crypto art dimana Anda sebenarnya tidak membutuhkan mereka untuk membuat dan menjual cryptoart karena Anda bisa melakukannya sendiri namun tentu saja terdapat beberapa pertimbangan jika Anda ingin melakukannya sendiri karena Anda perlu mencari audiens terlebih dahulu yang ingin membeli karya Anda, jika karya Anda sudah terbuat dan tidak ada yang membelinya maka usaha Anda akan menjadi hal yang sia-sia.

Di samping itu platform mintng juga menawarkan beberapa kenyamanan diantaranya sebagai berikut:

Sebagian besar platform memungkin Anda untuk melaporkan barang palsu yang dijual karena mereka memiliki representatif untuk pelanggan dan perlu melindungi reputasi mereka. Maka merupakan hal yang penting bagi mereka untuk tetap dianggap sebagai marketplace terpercaya yang memperlakukan seniman dan kolektor dengan adil.

Sebagian besar platform meningkatkan visibilitas seniman yang mereka yakini dimana mereka akan menampilkan karya dari para seniman ini di beranda, mengadakan lelang yang berjangka waktu untuk karya ini,  masuk ke dalam daftar karya yang dipromosikan serta muncul di media sosial mereka.

Jika Anda tidak menggunakan platform maka dapat diibaratkan karya seni Anda dipamerkan di pasar loak dan jika menggunakan platform maka dapat diibaratkan karya seni Anda dipamerkan di galeri di New York. Perbedaan kedua lokasi tersebut tentu mempengaruhi nilai dari karya seni Anda, apakah karya akan bernilai 100 dolar atau 500 dolar. Selain itu dengan bergabung ke platform, tentu platform tersebut sudah memiliki strategi untuk meningkatkan jumlah orang yang melihat karya Anda.

Maka dapat dikatakan bahwa NFT memungkinkan Anda untuk menghindari hal-hal yang biasanya terjadi di pasar seni tradisional dimana biasanya sulit untuk dipenetrasi. Selain itu, jika Anda berhasil masuk ke dalamnya pun, Anda masih harus berurusan dengan perpolitikan yang ada dan bahkan biasanya nilai Anda ditentukan dari seberapa kuat koneksi Anda dan bukan dinilai berdasarkan karya seni Anda.

Berikut adalah perbandingan yang lebih detail lagi mengenai pasar seni tradisional dan crypto art.

Total nilai dari pasar seni tradisional, menurut report artbasel saat ini kurang lebih senilai 67 miliar dolar USD pada tahun 2018. Namun hal apa yang sebenarnya terjadi di belakang 67 miliar dolar USD tersebut?

Hasil karya 52.105 seniman ditampilkan di lelang seni pada 2017 berdasarkan dari laporan Art Basel and UBS’S The Art Market di 2018. Namun hanya 1% dari penjualan karya seni tersebut yang menyumbang 64% dari penjualan (karya yang ada dihargai dan dijual lebih tinggi dari 1 juta dolar per karya). Dilansir dari laporan yang sama, kebanyakan karya seni bernilai di bawah 1 juta dolar merosot secara nilai. Namun minat terhadap karya seni yang bernilai di atas 1 juta dolar terus meningkat. Jumlah item yang terjual di segmen tersebut tumbuh 76% seiring dengan peningkatan nilai 50%. Angka tersebut tentu merupakan angka yang berat bagi seniman-seniman yang masih memiliki audiens sedikit. Dan jika Anda merupakan kolektor, Anda perlu setidaknya mengeluarkan biaya 1 juta dolar USD untuk mendapatkan hasil yang baik dari investasi karya seni tersebut.

Bagaimana dengan cryptoart?

Pada saat ini, belum ada data yang secara menyeluruh mencakup industri cryptoart namun data dari cryptoart.io berikut cukup mendekati:

Jika dilihat sekilas, industri cryptoart tampaknya sama beratnya dan lebih condong ke seniman superstar seperti halnya pasar seni tradisional namun sebenarnya industri ini tidak sesederhana itu karena:

Cryptoart masih dalam fase balita dimana merupakan hal yang sangat sulit untuk  mengatakan seberapa besar industri ini nantinya dan bagaimana ciri-cirinya nanti.

Baik dalam dunia seni tradisional atau crypto, jika nilai seni suatu karya naik tidak berarti bahwa nilai karya seni yang lain akan turun. Secara teori, ini berarti bahwa sekelompok seniman yang sukses bisa berekspansi tanpa batas, sepanjang ada kolektor yang berminat membayarnya.

Dengan rata-rata nilai total karya seni di 3.114 USD per seniman dan rata-rata setiap seniman akan memproduksi 8 karya, maka dapat dikatakan harga kisaran per karya seni adalah $389.


Hal apa yang mendorong pergerakan industri seni modern?

Di industri seni tradisional, faktor terpenting untuk menentukan nilai dari karya seni adalah seniman itu sendiri, baik masih hidup atau sudah meninggal, karakter seniman tersebut tetap memiliki efek yang luar biasa pada harga penjualan karya seni mereka. Perihal untuk mendefinisikan karakter seniman dan memahami perkembangannya adalah tantangan utama dari para kurator, kritikus, pemilik galeri dan institusi. Kolektor juga dapat memengaruhi popularitas pada karya seni tersebut. Dengan membeli dan menjual karya seni dari seniman tertentu, kolektor dapat dengan sendirinya meningkatkan popularitas hanya dengan beberapa klik saja di smartphone mereka.

Alan Bramburger yang merupakan penulis dari The Art of Buying Art mengatakan bahwa beberapa barometer terbaik adalah seberapa larisnya karya seni tersebut, seberapa cepat terjual, berapa lama pembeli berada di waiting list, kolektor terkenal mana yang memilikinya, seberapa sering mereka diliput oleh media hingga tingkat kesulitan untuk menemukan contoh yang berkualitas untuk dijual.

Apakah cryptoart berbeda?

Cryptoart sendiri juga sama-sama terobsesi dengan popularitas dimana banyak faktor yang penting di industri seni tradisional yang juga penting di industri cryptoart. Trevor Jones, seniman cryptoart yang sukses menulis ‘Daftar hal yang perlu dilakukan untuk seniman agar sukses’ yang mencakup 61 cara untuk maju di industri NFT. Berikut adalah beberapa tips yang terkait dengan cara untuk meningkatkan popularitas cryptoart:

  1. Menyelenggarakan pameran offline solo ataupun grup karena Anda akan mendapatkan beberapa pelajaran berharga seperti kemampuan berorganisasi hingga marketing dimana hal ini juga bisa diterapkan di industri NFT
  2. Bangun brand Anda
  3. Lakukan riset marketing skill apa saja yang dibutuhkan dan aplikasikan hal tersebut
  4. Hasilkan publisitas jika memungkinkan
  5. Kembangkan jaringan Anda kapanpun Anda bisa
  6. Bangun daftar kontak e-mail crypto
  7. Membangun hubungan dengan jurnalis crypto
  8. Belajar membuat press release yang bagus
  9. Selenggarakan pameran atau giveaway yang bertujuan untuk amal
  10. Tampilkan karya Anda di konferensi crypto

Bagimana dengan jejaring sosial? Bukankah mereka penting?

Jejaring sosial merupakan hal yang sangat penting. Marketplace NFT yang terkurasi akan sangat tertarik dengan berapa banyak jumlah follower yang Anda miliki dan seberapa aktif Anda di industri cryptoart. Marketplace seperti KnownOrigin bahkan mewajibkan seniman yang ingin mendaftarkan diri untuk mengisi profil Twitter dan Instagram. Meskipun marketplace yang ada berusaha sebaik mereka untuk mempromosikan seniman yang karyanya mereka percayai, namun mereka juga bergantung pada para seniman untuk mempromosikan diri mereka sendiri. Semakin besar jaringan Anda dan semakin besar pengaruh Anda maka posisi Anda di marketplace tersebut akan semakin aman.

Bukankah crypto buruk bagi lingkungan?

Sebagian besar transaksi blockchain membutuhkan kekuatan komputasi yang besar dimana hal ini membutuhkan banyak energi.

Sebagian besar transaksi NFT saat ini menggunakan blockchain Ethereum. Jika dibandingkan dengan Bitcoin, maka penggunakan oleh Ethereum memakan lebih sedikit energi. Namun tetap saja 1 transaksi di Ethereum setara dengan listrik yang digunakan di rumah tangga AS selama 1 hari. Dengan lebih dari 1 juta transaksi Ethereum per hari maka energi yang digunakan akan sangat banyak. Masalah dari Ethereum sendiri adalah kegiatan verifikasi transaksi di blockchain sangat menuntut adanya komputasi melalui proses yang dinamakan Proof of Work (PoW). Untuk mengatasi masalah ini, Ethereum beralih dari  PoW ke Proof of Stake (PoS) yang dijanjikan dapat menurunkan konsumsi energi hingga 99%. Namun tentu diperlukan beberapa waktu supaya jaringan dapat terkonversi sepenuhnya dan sementara itu maka konsumsi energi akan tetap tinggi.

Mengapa terdapat begitu banyak meme dan gimmick?

Cryptoart saat ini merupakan akarnya industri cryptocurrency. Pada saat ini, terdapat lebih dari 4.000 cryptocurrency yang berbeda. Mata uang digital sendiri bersifat non-visual maka meme dan gimmick merupakan hal yang masuk akal bagi para penggemar untuk menyebarkan informasi mengenai crypto pilihan mereka. Meme sendiri merupakan sesuatu yang sengaja dibuat untuk dibagikan. Biasanya mereka menggunakan kombinasi lelucon dan contoh budaya untuk mendefinisikan dan memperkuat komunitas yang memang mengerti mengenai crypto. NFT sendiri masih merupakan sesuatu yang baru dan dengan meme tentu dapat membawa orang-orang baru yang penasaran akan hal ini.

Dapatkah lelang atau marketplaces cryptoart dimainkan?

Sama seperti lelang lainnya, harga dan permintaan dapat  dimanipulasi oleh pihak yang jahat. Berkat anonimitas yang terdapat pada transaksi blockchain maka mudah bagi seseorang untuk mengajukan 30 tawaran dari 30 akun yang berbeda dan membuat permintaan buatan untuk NFT. Selain itu, penjual NFT juga dapat secara artifisial meningkatkan nilai NFT nya dengan “wash trading” yang merupakan kegiatan membeli dan menjual ke/dari dirinya sendiri sehingga menjadikan NFT tersebut jauh lebih populer dari yang sebenarnya.

Dapatkah seseorang mencuri cryptoart?

Mereka perlu masuk ke dalam cryptowallet Anda dan hal tersebut merupakan hal yang sulit namun tentu masih ada kemungkinan untuk hal ini.

Dapatkah NFT digunakan untuk mencuci uang?

Tentu saja, namun terdapat cara lain yang lebih baik untuk melakukan hal tersebut karena NFT bersifat sangat volatil dan kadang tidak benar-benar bersifat desentralisasi seperti cryptocurrency lainnya.

Bagaimana dengan masa depan NFT?

Teknologi dasar dari NFT sendiri masih berada di tahap awal. Setiap kali ada teknologi disruptif yang hadir, hal pertama yang biasa kita lakukan adalah  mencoba menciptakan kembali teknologi sebelumnya untuk dapat berdampingan dengan teknologi tersebut.  Pada masa awal internet misalnya, kita terobsesi dengan barang-barang yang dapat dicetak misalnya website berita yang terlihat seperti koran atau website perusahaan yang terlihat seperti brosur.

Membuat ulang dunia seni

Hal yang sama juga terjadi dengan NFT. Kita mencoba untuk menciptakan kembali dunia seni fisik. Blockchain seperti Ethereum dapat menghasilkan produk yang lebih banyak lagi. NFT dapat menjadi sesuatu yang bersifat pintar di industri karena NFT dapat menanggapi masalah dari eksternal dan memiliki industri tersendiri dimana industri ini didukung juga oleh seniman dan ahli teknologi.

 

Exit mobile version