Blockchain Crypto & NFT Indonesia

Apa Itu SBT (Soul Bound Token)

Soul Bound Token

Soul Bound Token Atau SBT adalah istilah baru yang muncul dari paper Vitalik Buterin di Mei 2022. Saat ini NFT yang merupakan kependekan dari non fungible token sedang populer. Namun sebelum mengulas lebih jauh tentang apa itu SBT, maka alangkah baiknya mengetahui lebih dulu apa itu NFT?

Tentang NFT

Dalam sebuah artikel terbitan Vitalic Buterin yang sangat menarik isinya, yakni tentang bagaimana memprediksikan masa depan sebuah etherum melalui penggunaan SBT atau soulbound token pada dasarnya merupakan suatu aset yang tidak dapat dialihtangankan.

SBT bisa dikatakan sebagai aset digital yang tidak bisa dipindahtangankan sesukamu sebagai pemilik. Sekalipun suatu waktu Anda dapat menerima dalam bentuk SBT, namun yang dapat disimpan hanyalah dalam bentuk soulwallet saja. Dimana hanya pihak penerbit yang dapat menghanguskan soulbound token tersebut.

NFT itu sendiri sebenarnya adalah sejenis aset digital yang saat ini tengah naik daun di kalangan para investor muda. NFT merupakan aset digital yang dapat menjadi simbol dunia nyata seperti seni lukis, karya video absurd, sebuah item atau simbolis dalam game ataupun karya musik luar biasa. Dan semua dapat diwakili oleh kepemilikan NFT tersebut.

Beberapa item yang disebutkan tadi dijualbelikan secara online, dan kemudian dibayar atau dialihtangankan dengan cryptocurrency, lalu dikodekan dengan sebuah software sederhana yang sejenis dengan aset crypto yang lainnya. Maka demikianlah sebuah NFT memunculkan eksistensinya. Dikenali melalui proses transaksi dengan penggunaan kodekode unik tertentu.

Mengetahui sedikit penjelasan tersebut, maka beberapa persoalan kerap muncul dengan terjadinya peralihan NFT, misalnya pada saat kita tidak dapat mengetahui bagaimana seseorang dapat memperoleh NFT? Apakah diperoleh dari hasil upaya mereka sendiri, melakukan suatu transaksi, ataukah justru mereka telah dibayar pihak lain untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu.

Beberapa Ilustrasi Tentang Soul Bound Token (SBT)

Perhatikan beberapa ilustrasi berikut yang dapat menggambarkan hal tersebut:

Ilustrasi 1

Sebuah Universitas dapat memberikan gelar SBT bukan NFT pada para lulusan universitas tersebut. Hal ini secara resmi gelar tersebut disandang dan dijabat oleh seseorang lulusan. Namun bukan berarti karena penyematan gelar SBT yang diberikan oleh universitas kepada seseorang, kemudian seseorang tersebut dapat memanfaatkan gelar yang diperoleh untuk dijualnya kepada pihak lain.

Ilustrasi 2

Sebuah perusahaan akan merekrut beberapa orang yang telah menghadiri sebuah konferensi X, lantaran dalam konferensi tersebut para pesertanya mendapatkan lencana SBT. Lencana SBT tersebut tidak dapat dibeli pada pasar terbuka lainnya. Sehingga perusahaan berupaya melakukan penyaringan lebih lanjut kepada para peserta yang menghadiri konferensi X tersebut karena faktor lencana SBT.

Ilustrasi 3

SBT juga dapat diturunkan oleh pihak DAO pada para peserta konferensi lingkungan maupun pada para lulusan program lingkungan. Karenanya banyak efek buruk yang dapat dengan mudah muncul pada mekanisme pemerintahan apabila kekuatan atau kekuasaan atau kepemilikan SBT tersebut dapat dengan mudah dialihtangankan secara mudah.

Ilustrasi 4

Dalam dunia properti para pemilik seharusnya dapat memberikan soulbound token (SBT) pada penyewa properti. Beberapa kebijakan yang dapat diambil sebagai berikut:

  1. Pengabaian tentang SBT seharusnya hanya dapat dilakukan oleh member DAO saja.
  2. Peraturan seharusnya membolehkan pencetakan soulbound token berdasarkan kebijakan yang berlaku. Hal ini bermanfaat untuk defi protocolatau semacam proyek NFT.
  3. Soulbound token seharusnya menjadi titik pangkal untuk identitas (dan identitas sebagai NFT merupakan ide buruk sejak awal).

Sistem Pengalihan dan Lindungi Privasi

Berdasarkan beberapa ilustrasi di atas, apa sebenarnya yang menyebabkan pengguna ingin mengalihkan seluruh aset mereka, dari satu wallet ke lainnya. Penjelasannya adalah demikian. Secara teori setiap orang dapat menciptakan upaya pembuktian atas pengakuan diri melalui kontrak akun yang dapat dialihtangankan dari pemilik asli kemudian menjual akun tersebut.

Namun aturan akun memiliki kebijakan berupa fitur pembatalan yang mengizinkan pemilik asli untuk membuat video permintaan agar profil tersebut dihapus. Kemudian sistemlah yang menentukan apakah video tersebut memenuhi syarat untuk pembatalan sebuah akun atau tidak. Kemudian pada saat pembatalan diterima, maka pemilik akun dapat mengajukan untuk pembuatan profil yang baru.

Meski metode tersebut tidak sepenuhnya mudah dilakukan, namun masih dapat dengan mudah diterapkan. Kemudian masih ada metode sederhana lainnya lagi yang lebih mudah dilakukan dengan teknik sederhana seperti disarankan oleh Vitalik. Caranya adalah dengan menyimpan item pada bagian index sehingga identitas, alamat dan data penerima atau penghubung akun Anda dapat terlindungi dengan baik.

 

Informasi lainnya tentang NFT

Apa itu NFT dan Apa Yang Perlu Diketahui Seniman Digital Tentang NFT

 

Apakah NFT Selalu Menggunakan Ethereum?

Exit mobile version