Rancangan Regulasi Blockchain dan Aset Digital di California Bisa Mengubah Masa Dengan Dunia Finansial

peraturan blockchain dan crypto - aset digital

Brian Armstrong, CEO Coinbase mengatakan bahwa rancangan aturan dan regulasi blockchain yang sedang dipertimbangkan para pembuat keputusan hukum di California akan memiliki dampak besar terhadap aset digital dan masa depan keuangan.

Rancangan aturan ini mencoba mengubah arti dari sekuritas yang selama ini digunakan oleh negara, untuk mengakomodasi beberapa aspek cryptocurrency dan blockchain. Para regulator di Amerika seringkali struggle untuk mengklarifikasi digital currency mana yang berupa sekuritas – dalam konteks Howey Test, sebuah metrics yang sering digunakan untuk menentukan jika sebuah aset termasuk dalam kontrak investasi.

Baca juga : Apa itu Blockchain ?

Menurut rancangan proposal aturan tersebut, sebuah aset yang profitnya tidak secara penuh tergantung dari effort management dari pihak ketiga, tidak termasuk sebagai sekuritas.

“This bill would create an exception from the above definition by providing that a digital asset meeting specified criteria is presumptively not an investment contract within the meaning of a “security.” The bill would allow that presumption to be rebutted upon good cause shown by clear and convincing evidence by the Commissioner of Business Oversight, as specified.”

peraturan blockchain dan crypto - aset digital

 

Memformalkan Howey Test untuk Crypto ?

Kriteria yang disebutkan di dalam Howey Test yang tradisional adalah sebagai berikut :

“For purposes of the Securities Act, an investment contract (undefined by the Act) means a contract, transaction, or scheme whereby a person invests his money in a common enterprise and is led to expect profits solely from the efforts of the promoter or a third party

Rancangan regulasi ini mencoba memberikan perbedaan definisi bagi aset digital, dalam hal adanya effort dari pihak ketiga (bisa diasumsikan para Block Producer / Miner) :

“Any changes to the software code underlying that asset may be made by network participants. Voting rights over the functioning of the network are conferred to each holder of the asset”

 

Jika rancangan aturan ini diapprove, California akan menjadi negara bagian pertama yang memiliki definisi jelas tentang aset digital, dan Brian Armstrong percaya West Coast akan menjadi hub utama sistem finansial yang baru.

Banyak startup yang sedang struggle dengan aturan ini karena dibatasi oleh hukum sekuritas yang ada, namun startup ini sedang memiliki begitu banyak inovasi.

 

Apa kaitannya dengan Indonesia ? Regulator Indonesia bisanya melihat-lihat aturan negara lain dalam membuat regulasi 🙂

 

Informasi lainnya tentang Blockchain :

Pengetahuan Dasar Tokenisasi dan Smart Contract Blockchain (Video Replay)

 

Manfaat Blockchain Untuk Indonesia

 

Related articles

BlockJakarta - Regulasi dan aturan blockchain di Indonesia

Untuk Mengedukasi Mass Market, Anda Harus Membangun Killer App – Bekraf di Blockjakarta 2019

Untuk edukasi masyarakat, Anda harus membangun killer apps, sehingga membuat banyak orang belajar menggunakannya.   Di event Blockjakarta 2019, Neil El Himam, Deputi Infrastruktur Bekraf, memaparkan bagaimana pandangan Bekraf tentang blockchain. Liputan BlockJakarta bisa Anda baca di sini.   Potensi penggunaan blockchain di bidang ekonomi kreatif oleh Pak Neil Blockchain sudah menjadi buzzword karena menjadi […]

Vexanium x Codepolitan Webinar

Pengetahuan Dasar Tokenisasi dan Smart Contract Blockchain (Video Replay)

Pada hari Rabu, 29 April 2020, Digitalis.id bersama Codepolitan.com, Vexanium blockchain dan Nodes Community mengadakan webinar “Blockchain dan Smart Contract”. Berikut ini replay video dan presentasi saya tentang Introduction Smart Contract.     Berikut ini slide saya tentang Smart Contract   Informasi terkait lainnya :   Apa itu Smart Contract – Inilah Panduan Lengkap Smart […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *