Belajar Blockchain : Ide Startup Blockchain Apa Saja Yang Bisa Dibangun Oleh Founder

ide startup blockchain

Berkembangnya teknologi blockchain akhir-akhir ini sebenarnya membuka peluang baru bagi para founder di Indonesia dan bahkan dunia, karena teknologi ini memungkinkan hal yang sebelumnya tidak bisa dikerjakan sebelum menggunakan teknologi blockchain. Di dunia blockchain juga aplikasi terbaiknya belum lahir, berbeda dengan di teknologi non blockchain yang sudah memiliki social media, search engine, atau marketplace sebagai aplikasi terbaiknya, namun, aplikasi itu juga bisa berkembang setelah internet user mulai banyak. Kalau di teknologi blockchain, hal ini belum, tetapi akan terjadi.

Baca juga : 7 Alasan Kenapa Programmer Perlu Mempelajari Teknologi Blockchain

Sebelum saya menulis tentang kategori ide startup dengan teknologi blockchain, kita review dulu manfaat dan kelebihan dari teknologi blockchain.

belajar teknologi blockchain

Menurut Deloitte, value utama dari teknologi blockchain adalah :

  1. Value transfer
  2. Smart contract
  3. Record keeping

 

Berdasarkan core value dari blockchain yang tidak ada di teknologi lainnya, saya mengkategorisasi beberapa ide startup menjadi beberapa kategori :

  1. Industri yang membutuhkan value transfer (misalnya : transfer uang) lebih cepat daripada uang fiat tradisional. Misalnya : remitansi, kliring dan settlement , clearing dan settlement dari sekuritas.
  2. Industri yang melibatkan banyak stakeholder dan pihak yang tidak saling percaya satu sama lain, dan seringkali para stakeholder ini saling bersaing tetapi juga harus berkolaborasi satu sama lain. Misalnya : Port (pelabuhan, supply chain).
  3. Industri yang sebelum teknologi blockchain berkembang membutuhkan komitmen dengan dana besar untuk melakukan transaksi dan menghadapi masalah likuiditas karenanya. Misalnya untuk membeli property atau mobil Anda membutuhkan banyak uang, minimal 200 jutaan. Menggunakan teknologi blockchain, property atau aset bisa ditokenisasi sehingga pembeli bisa membeli token property (yang mewakili sebuah aset) dengan biaya lebih murah. Hal ini akan meningkatkan likuiditas di pasar. Hal ini disebut fractional ownership.
  4. Industri yang membutuhkan karakter database blockchain yang tidak bisa diedit / diubah / didelete dan database ini bisa diakses oleh banyak stakeholder. Misalnya public sector yang mengelola akta tanah, sektor edukasi yang mengelola sertifikat kelulusan. Akta tanah dan sertifikat kelulusan adalah jenis data yang tidak bisa diubah, dan hanya bisa ditambahkan.
  5. Industri teknologi startup (misalnya social media, ecommerce marketplace, search engine) yang para stakeholdernya berpikir bahwa mereka memiliki masalah terkait intermediary atau middleman-nya. Misalnya
    • Produk yang middlemannya dianggap memiliki bargaining power terlalu besar, karena middleman ini mengumpulkan data user dalam jumlah banyak dan menjualnya kepada advertiser  (kadangkala secara ilegal, juga tanpa profit sharing ke users).
    • Middlemen yang mengambil fee terlalu tinggi dari user atau merchantnya, fee ini bisa dikurangi menggunakan teknologi blockchain dan smart contract, sehingga biaya verifikasi bisa dikurangi. Sudut pandang lain dari startup jenis ini adalah, jenis startup yang memiliki tingkat otomatisasi online tinggi (karena data telah native secara digital) sehingga bisa mengambil keuntungan secara maksimal dari otomatisasi smart contract dan digital money – memaksimalkan karakter “programmable money” dari uang digital. Contohnya parametric flight delay insurance, pada saat data penerbangan menunjukkan perjalanan Anda terkena delay, perusahaan asuransi langsung mencairkan dana bahkan sebelum Anda sampai tujuan, karena data flight delay sudah secara native ada di digital.
  6. Industri yang memiliki masalah silo data sharing. Sebelum teknologi blockchain berkembang, data disimpan di banyak institusi yang berbeda sehingga membutuhkan waktu dalam proses penerbitannya atau pengambilan data, misalnya medical records, akta tanah.

Itu adalah beberapa kategorisasi ide startup blockchain yang bisa saya pikirkan sekarang, tentu saja ide yang ada tidak sebatas yang saya sebutkan di atas saja

Semoga artikel ini bisa membantu Anda dalam mempelajari teknologi blockchain.

 

Baca juga artikel lainnya tentang blockchain

 

Apa itu Double Spending dan Bagaimana Bitcoin Mengatasinya?

 

7 Alasan Kenapa Programmer Perlu Belajar Blockchain

 

Related articles

wallet crypto

Mengenal Vexanium, Public Blockchain & Crypto Terbaik Indonesia Saat Ini

  Di Indonesia terdapat ada beberapa project blockchain atau crypto yang digawangi oleh Founder lokal, tim mayoritas lokal dan juga investor Indonesia, salah satunya adalah Vexanium Indonesia Public Blockchain. Vexanium adalah project public blockchain yang memiliki  platform teknologi blockchainnya sendiri yang biasa disebut dengan “mainnet” yang berarti developer / programmer bisa membuat aplikasi dengan Vexanium. […]

Teknologi Blockchain Bisa Membunuh Industri Keuangan Inggris, Menurut Laporan IBM Advisor

Keberhasilan cryptocurrency peer-to-peer dan teknologi blockchain bisa mengancam keberadaan sektor jasa keuangan di Inggris, dan juga berpotensi memberikan pukulan mematikan terhadap Layanan Kesehatan Nasional pada saat yang sama menurut John Straw, seorang ahli digital disruption. Menurut laporan yang disiapkan oleh PwC untuk Keuangan Inggris, total kontribusi pajak sektor perbankan Inggris pada tahun 2018 adalah sekitar […]