Goldman Sachs Memprediksi Perang Dagang AS-Cina akan Berlanjut sampai 2020, Apa Manfaatnya bagi Bitcoin?

perang dagang dan bitcoin

Menurut prediksi Ekonom Global Investment Bank, Goldman Sachs, percaya perang dagang antara AS-Cina yang sedang berlangsung belum akan berakhir. Meskipun hal ini sudah merusak kepentingan ekonomi di kedua negara, namun akibat dari kurangnya resolusi mungkin akan menjadi bullish bagi Bitcoin.

Cryptocurrency secara historis memiliki kinerja yang baik walau ketegangan geopolitik seperti saat ini sedang meningkat. Hal Ini disebabkan oleh beberapa kebijakan moneter yang mendasarinya.

Ketakutan Ekonom Goldman Sachs mengenai Perang Dagang yang dapat Menyebabkan Resesi

Menurut sebuah laporan di Reuters, Goldman Sachs menyatakan bahwa mereka berharap bahwa perang perdagangan AS – Cina tidak akan berakhir sebelum pemilihan presiden 2020. Ekonom dari raksasa perbankan global itu juga menyatakan bahwa mereka percaya kemungkinan resesi.

Goldman Sachs meyakini tarif 10 persen pada impor Cina senilai $ 300 miliar akan berlaku, sesuai yang sudah direncanakan, pada 1 September. Sebagai tanggapan, Cina telah mengancam akan berhenti membeli produk pertanian AS. Namun Goldman Sachs tidak berpikir mengenai kemungkinan resolusi yang akan terjadi di 2019.

Perang dagang telah berlangsung selama kurang lebih setahun. Dan sebagian besar berfokus pada masalah yang berkaitan dengan tarif, intellectual property, cyber security, dan teknologi.

Menurut sebuah catatan, yang ditulis oleh tiga ekonom terkemuka bank, Jan Hatzius, Alec Phillips, dan David Mericle, menyatakan bahwa:

“Secara keseluruhan, kami telah memperkirakan pertumbuhan dari dampak yang ditimbulkan akibat dari perang dagang.”

Catatan itu juga menuliskan bahwa bank telah menurunkan perkiraan pertumbuhan terjadi pada kuartal keempat AS

Apakah Bitcoin dapat menjamin sebagai Tempat Aman (Save Haven) ?

Sebagai bagian dari perang dagang yang sedang berlangsung, AS menuduh Cina memanipulasi mata uangnya untuk merusak profitabilitas ekspor Amerika.Namun Cina membantah melakukan hal ini.

Namun, apa pun penyebabnya, Yuan telah terdepresiasi nilainya dibanding dolar akhir-akhir ini. Kondisi ekonomi seperti itu telah menyebabkan beberapa analis Bitcoin berspekulasi bahwa kenaikan yang terjadi baru-baru ini dalam nilai cryptocurrency telah disebabkan oleh anggota masyarakat Tiongkok yang ingin melindungi daya beli dari tabungan mereka terhadap devaluasi yuan.

Jika teori semacam itu benar, Bitcoin dapat mengambil manfaat besar dari kelanjutan perang dagang dan resesi yang mengikutinya. Jika modal telah mengalir dari Yuan ke BTC, masuk akal bahwa hal itu akan terus berlanjut selama perang dagang yang berkepanjangan.

Namun, tidak semua orang yakin bahwa investor Tiongkok mendorong pergerakan harga cryptocurrency saat ini. Bitcoin naysayer dan gold bug, Peter Schiff Tweeted pada awal bulan ini  berpikir bahwa seluruh saran yang telah dibuat oleh CNBC berguna untuk mendorong kenaikan harga Bitcoin.

“CNBC mencoba yang terbaik untuk mendorong audiensnya untuk membeli Bitcoin. Meskipun emas menjadi pasar yang jauh lebih besar, CNBC mencurahkan lebih banyak airtime untuk Bitcoin. Masyarakat China tidak menganggap Bitcoin karena sebagai tempat yang aman. Spekulan membeli, Mari bertaruh bahwa Cina akan membelinya sebagai savehaven ! ”

Sumber : newsbtc

 

Informasi Lainnya Tentang Bitcoin & Crypto

 

Cara Trading Bitcoin & Crypto – Hal Hal Penting Yang Perlu Anda Tahu

 

Memahami Konsep Decentralized Crypto Wallet

Related articles

Akankah Melejitnya Cryptocurrency Menuntun Ke Arah “De-dolarisasi” ?

Dollar AS  adalah mata uang yang terkenal di seluruh dunia, dan hari ini dolar AS berdiri sebagai mata uang yang paling dominan dalam hal cadangan dunia yang dialokasikan. Status dolar sebagai mata uang global berarti mata uang ini diterima secara luas dan disukai untuk dapat digunakan dalam perdagangan dan transaksi internasional. Menurut temuan terbaru oleh […]

Bank Sentral Sebaiknya Menyerahkan Urusan Crypto Kepada Facebook Dan JP Morgan: PWC Partner

Menurut partner blockchain dan finansial di PWC kepada Forbes pada 22 Maret, bank sentral sebaiknya menyerahkan penerbitan mata uang digital kepada perusahaan besar seperti Facebook dan JP Morgan. Bahkan Pauline Adam Kalfon (PWC Prancis) menambahkan bahwa para bank sentral harus menjauh dari penerbitan mata uang digital bank sentral sampai para perusahaan besar menguji tokenisasi mata […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *