Memahami Konsep Decentralized Crypto Wallet

crypto wallet indonesia
tampilan VexWallet

 

Ketika kita mendengar kata “wallet” alias dompet, pasti kita akan berpikir tentang dompet kulit yang biasa kita pakai untuk menyimpan uang cash, kartu identitas, kartu kredit dan lain-lain.

Tetapi berbeda dengan cash, uang digital tidak disimpan di lokasi tertentu, tidak memiliki bentuk fisik. Transaksi dan saldo cryptocurrency disimpan di dalam blockchain.

Wallet crypto memiliki software yang menyimpan public dan private key Anda, software ini berfungsi untuk berinteraksi dengan blockchain, software untuk memonitor balance Anda, software yang memungkinkan Anda mengirimkan dan menerima cryptocurrency.

Fungsi dasar dari crypto wallet adalah send, receive, store dan memonitor cryptocurrency.

 

Wallet di exchange

Jika Anda memiliki akun di exchange seperti Indodax, Binance, Coinbase atau crypto exchange lainnya, kenapa tidak meyimpan cryptocurrency Anda saja di exchange ? tidak perlu repot membuat akun di crypto wallet ?

Pada kenyataannya, cryptocurrency exchange sering menjadi target para hacker, bisa dibilang dalam satu tahun ada 4 s/d 5 exchange besar yang dihack. Yang terbaru adalah bulan Mei 2019 dimana Binance menjadi target hack dan kehilangan 40 juta USD.

Cara paling aman untuk menyimpan cryptocurrency adalah oleh Anda sendiri, Anda yang bertanggung jawab sendiri atas uang Anda.

Ini sebenarnya adalah revolusi dunia keuangan, di mana Anda akan menjadi “bank Anda sendiri”, Anda yang harus memastikan uang Anda sendiri.

Konsep ini bisa dibilang baru, ada responsibility atau kewajiban baru untuk Anda.

 

Perhatikan Private Key Anda

Pastikan Anda menulis sendiri private key Anda, misalnya :

  • Tulis di secarik kertas, taruh di tempat aman di rumah Anda, misalnya brankas atau laci terkunci
  • Jangan cuma menulisnya sekali, tetapi lebih dari 1x, cukup 2x saja, backupnya taruh di tempat lain yang aman
  • Hindari menulis private key di cloud, misalnya email, boleh saja sesekali tapi segera hapus permanen

Ada lagi cara lain, yang sebenarnya tentu saja tidak disarankan, misalnya Anda “terpaksa” menuliskan private key Anda secara digital, baik di email atau aplikasi notes. Misalnya private key Anda adalah 5HwFBHe4ZK4Ccj64FXYNLEcLAorCtasRrTEsLXU8Q77BvAtYUjp

Anda bisa menuliskannya dengan menambahkan nama ejekan Anda di private key tersebut, misal nama ejekan Anda adalah endut, jadi tuliskan di cloud :

5enHwFBHe4ZK4Ccj64FXYNLEcLAorCtasRrTEsLXU8Q77BvAtYUjdutp

Jadi hanya Anda sendiri yang tahu, bagian mana yang perlu dihapuskan dari private key tersebut.

Setelah Anda men-set up wallet Anda, cobalah lakukan pengiriman uang dengan jumlah kecil dari wallet Anda ke wallet orang lain dengan crypto sama, atau dari wallet Anda ke wallet exchange Anda, sampai Anda merasa nyaman dan terbiasa melakukan pengiriman crypto lewat crypto wallet.

 

Bagaimana crypto wallet bekerja

Crypto wallet memiliki fitur “public key” dan “private key”

Saya coba membuat analogi perbandingan antara wallet crypto dan bank.

public key bisa kita analogikan sebagai nomor rekening bank Anda yang bisa Anda berikan ke publik, atau teman-teman Anda.

Crypto wallet Anda adalah aplikasi online banking Anda, tempat di mana Anda bertransaksi.

Login online banking Anda adalah private key di wallet crypto Anda

Seperti halnya bank yang me-record transaksi masuk dan keluar rekening Anda, blockchain juga merecord transaksi masuk dan keluar dari public key Anda.

Menggunakan aplikasi online banking Anda bisa mengecek saldo Anda di bank, juga menerima atau mengirim transaksi. sama halnya dengan menggunakan crypto wallet Anda bisa mengecek saldo, mengirim dan menerima cryptocurrency.

Dalam hal login, dengan aplikasi online banking, Anda melakukan login dengan username dan password. Kalau di crypto wallet Anda menggunakan private key untuk mengakses crypto wallet Anda.

“Public Key” bisa dianalogikan sebagai nomor rekening bank Anda, di mana jika Anda memberikan rekan Anda nomor rekening Anda, mereka bisa mengirimkan Anda sejumlah uang. Perhatikanlah bahwa Public key juga biasa disebut dengan “address”. Kalau di crypto wallet Vexwallet.com, public key juga disebut dengan username yang memiliki format yang bisa dibaca dan dihafal dalam 12 karakter. Misalnya : rheinmahatma.

Dengan hanya memiliki nomor rekening bank Anda saja, orang lain tidak akan bisa mengambil uang dari rekening Anda. Sama halnya dengan public key bekerja, orang lain bisa mengirimkan Anda sejumlah uang kepada Anda dengan public key Anda, tetapi mereka tidak bisa mengambil uang Anda hanya dengan public key Anda.

Jika Anda memberikan login online banking Anda (username dan password) kepada seseorang akan membuat orang lain bisa mengirimkan uang Anda ke rekening lain. Sama halnya dengan private key di konsep wallet crypto, jika Anda memberikan private key Anda kepada seseorang, orang lain akan bisa mengakses cryptocurrency Anda dan mengirimkannya ke tempat lain.

Berbeda dengan perbankan konvensional yang jika dana Anda ditransfer ke rekening pencuri, data si pencuri bisa ditemukan, atau jika memungkinkan rekening si pencuri di-freeze, tetapi di konsep blockchain, jika Anda memberikan private key Anda ke orang lain, dan dana crypto Anda menghilang, Anda tidak akan bisa mendapatkan uang Anda kembali.

 

Sebelum Mengirim Cryptocurrency

Sebelum Anda melakukan proses pengiriman atau penerimaan cryptocurrency, pastikan Anda mengirimkan tipe crypto yang sama ke address wallet atau public key yang mensupport tipe crypto yang Anda kirimkan.

Contohnya, Anda hanya bisa mengirimkan Bitcoin ke Bitcoin address.

 

Semoga informasi tentang crypto wallet ini bisa membantu Anda !

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *