Dari Mana Asal Aturan Model Disetor 1 Triliun Untuk Exchange

Vijay Grag - CEO Koinx di Indonesia Blockchain Summit
Vijay Grag - CEO Koinx di Indonesia Blockchain Summit
Vijay Grag CEO Koinx Mempresentasikan Tentang Regulasi Crypto di event Indonesia Blockchain Summit

 

Tanggal 1 April 2019, Koinx menyelenggarakan event Blockchain Indonesia Summit, yang mengundang banyak expert panelis, venture capital dan founder blockchain project dari berbagai negara.

Salah satu pembicara yang banyak ditunggu adalah Kepala Bappepti, Wisnu Wardhana. Di dalam speechnya, Pak Wisnu memberikan penjelasan tentang salah satu point aturan yang banyak dipertanyakan oleh para founder startup blockchain dan exchange di Indonesia, yaitu tentang angka modal minimum 1 triliun,

 

Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka Pasal 8 terdapat peraturan sebagai berikut :

Untuk dapat memperoleh persetujuan dalam memfasilitasi transaksi Pelanggan Aset Kripto pada Pasar Fisik Aset Kripto, selain memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bappebti yang mengatur Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka, Pedagang Fisik Aset Kripto harus memenuhi persyaratan:
A. Memiliki modal disetor paling sedikit Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah);
B. Mempertahankan saldo modal akhir paling sedikit Rp800.000.000.000,00 (delapan ratus miliar
rupiah);

 

Nah dari mana asal 1 triliun tersebut ? Pak Wisnu menjelaskan :

Jika 1 exchange memiliki 20,000 nasabah, dan masing-masing nasabah memiliki 1 bitcoin, jadi berapa aset yang di handle oleh exchange tersebut ?

 

Dari kalimat tersebut, tercermin bahwa Bappebti mengasumsikan exchange bisa memiliki 20 ribu nasabah, yang merupakan angka yang cukup wajar bagi exchange.

Per 2 April 2019, 1 Bitcoin menyentuh angka 68 Juta rupiah, 20 ribu x 68 juta berarti 1,36 triliun.

Bagaimana menurut Anda, apakah Anda setuju dengan asumsi diatas ?

 

Baca Juga Berita Lainnya Tentang Blockchain dan Crypto :

Perbedaan Insentif di Dalam Blockchain Dan Di Internet

Cara Menjadi Blockchain Programmer

Related articles

Siapa Pemilik Vexanium yang Sebenarnya?

Pernahkah Anda mendengar tentang Vexanium ? Apa yang anda ketahui tentang Vexanium? Sebuah protokol blockchain karya anak bangsa? Katanya blockchain terdesentralisasi, tapi kenapa ada entitas di belakangnya? Lalu siapa pemilik Vexanium? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus mengetahui terlebih dahulu dasar dari protokol ini sendiri. Vexanium adalah protokol blockchain bersifat terbuka yang digunakan untuk membuat […]

Kemenko Ekonomi Berminat Sediakan Pulau Khusus Blockchain – Liputan Khusus BlockJakarta 2019

Edi Prio Pambudi di BlockJakarta. photo by Pak Ferdian, Atmajaya University   Pak Edi prio pambudi, Coordinating ministry kemenko ekonomi di event BlockJakarta 2019 menyampaikan pandangan pemerintah tentang pelaku industri blockchain di Indonesia. Pak Edi dan tim kemenko ekonomi mempercayai bahwa stakeholder di dunia akan terintegrasi di mana sistem ekonomi global yang beyond nations control […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *