Blockchain Crypto & NFT Indonesia

Apa Itu Decentralized Exchange dan Bedanya Dengan Crypto Exchange Biasa

decentralized exchange di Indonesia (2)

Baru-baru ini muncul decentralized exchange versi beta pertama di Indonesia dengan nama UNYdex yang dibangun di atas Vexanium dan bisa diakses melalui decentralized wallet Vexwallet.

Decentralized exchange merupakan salah satu komponen penting dari decentralized finance atau DeFi.

Sebenarnya apa itu decentralized exchanges ? apa kelebihan dan kekurangannya ? 

 

Manfaat dan Kelebihan Centralized Crypto Exchanges

Centralized exchanges merupakan jenis exchanges yang terbesar dari total exchange cryptocurrency, contoh dari centralized crypto exchange misalnya adalah Indodax, Digitalexchange.id, Binance, Kraken, Bithumb dan sebagainya. 

Pernahkan mendengar tentang VirWox, Coingi, Bitkonan, Triomarkets, Paymium, Bitcoin.de, BTCBank, Bitso? Perusahaan tersebut juga centralized exchanges yang kecil-kecil. 

 

Likuiditas tinggi centralized exchange 

Likuiditas aset berarti kemampuan aset untuk dijual tanpa harus menyebabkan pergerakan harga yang signifikan serta dengan kerugian nilai minimum. Hal ini berarti hanya ada perbedaan kecil antara harga membeli sesuatu dan harga yang dapat Anda jual di crypto exchange. Penjualan dapat dieksekusi sepanjang waktu dengan likuiditas yang bagus. Namun, jika hanya terdapat beberapa order buy/sell dalam sehari pada aset tertentu dan dalam asset tersebut terdapat perbedaan besar antara harga yang ingin dibeli serta harga di mana orang lain bersedia menjualnya, maka liquiditas bisa dibilang rendah. Liquidity dalam centralized exchanges biasanya jauh lebih baik daripada likuiditas di decentralized exchanges

Likuiditas penting karena berbagai alasan, salah satunya adalah karena hal tersebut membuat sebuah crypto exchange tidak rentan terhadap manipulasi pasar. Seseorang yang ingin mencoba memanipulasi harga cryptocurrency dengan melakukan perintah curang, maka akan memiliki lebih banyak masalah dalam melakukannya di exchange dengan lliquidity tinggi daripada di dalam exchange dengan liquidity rendah.

 

Ada opsi Fiat-to-Crypto di centralized exchange

Banyak, namun tidak semua, dalam centralized exchanges menawarkan perdagangan fiat-tocrypto. Hal ini berarti dapat menyetor “real money” atau uang fiat ke dalam exchange, yang kemudian membeli cryptocurrency dengan uang tersebut. Dalam decentralized exchanges yang khas, hal ini tidak mungkin dilakukan. Anda dapat memulai trading crypto menggunakan centralized exchanges dengan menyetor mata uang fiat, yang disebut dengan entry-level-exchange.

 

Kemungkinan Pemulihan Akun (Account Recovery Possibility) di centralized exchange

Dalam centralized exchanges, dimungkinkan untuk memulihkan data dan juga dana Anda dari crypto exchange apabila kehilangan kata sandi (password).  Apabila kehilangan kata sandi, pada dasarnya semua centralized exchanges memiliki prosedur keamanan yang memungkinkan untuk memulihkan kata sandi Anda hanya dengan menunjukkan salinan paspor, KTP atau memberikan informasi verifikasi lainnya. 

Sedangkan, untuk decentralized exchanges, apabila kehilangan kata sandi, maka bisa jadi Anda kehilangan semua asset yang dimiliki di decentralized exchanges tersebut. Jadi, apabila Anda tipe orang yang cenderung melupakan banyak hal dan tidak dapat melacak kata sandi, mungkin centralized exchanges adalah alternatif yang lebih baik.

 

Kustodian. Centralized Exchange Menyimpan Dana Anda. (keuntungan atau kerugian?)

Centralized exchanges melakukan penyimpanan aset Anda untuk Anda, dan biasa disebut bersifat “kustodian”. Hal inilah sebenarnya perbedaan utama antara centralized exchanges dan decentralized exchanges. Namun, orang-orang sering berdebat tentang apakah ini keuntungan atau kerugian. Tentu saja hal tersebut membuat proses perdagangan crypto atau trading crypto sedikit lebih mudah. Namun di sisi lain, hal ini juga membawa risiko yang lebih tinggi dari kehilangan aset yang telah disimpan di dalam exchange. Ingat di dunia blockchain dan crypto aset ada dalam bentuk digital.

Sebagai contoh, Anda menyetor mata uang fiat (non-crypto) ke centralized exchanges sebesar USD 1.000. Sebelum menggunakan dolar tersebut untuk membeli sesuatu, maka exchange akan menyimpan untuk Anda. Saat Anda telah membeli Bitcoin atau cryptocurrency lain untuk dolar, maka exchange akan menyimpan cryptocurrency tersebut untuk Anda sampai Anda mentransfernya dari exchange. Aspek penyimpanan ini membuat centralized exchanges (setidaknya dalam arti tertentu) sebanding dengan bank.

 

Customer support di centralized exchange yang lebih baik dari decentralized exchange

Kalau Anda lihat daftar decentralized exchange di Coinmarketcap , lalu Anda buka beberapa website DEX di situ, Anda mungkin akan kesulitan mencari halaman contact us, atau customer support.

Berbeda dengan centralized exchange yang mencantumkan kontak customer supportnya di bagian home, decentralized exchange seringkali tidak memiliki customer support.

Seperti halnya Bitcoin yang tidak memiliki customer service, tidak punya CEO, decentralized exchange juga memiliki karakter serupa. Kenapa begitu ? karena semua berjalan dengan smart contract, juga bersifat non kustodial atau tidak menyimpan dana dari customer. Bahkan, beberapa decentralized exchange memiliki founder atau tim yang anonim, misalnya Sushiswap.

 

Apa Manfaat dari Decentralized Exchanges?

Jenis crypto exchange yang kedua adalah decentralized exchanges (DEX). Decentralized exchanges tidak melakukan penyimpanan dana (biasa disebut non kustodian) untuk penggunanya. Sebaliknya, kesepakatan transaksi atau tradin dilakukan melalui smart contract dan atomic swaps, sehingga aset tidak pernah melewati layanan escrow, namun berjalan secara peer-to-peer. Terdapat lebih dari 20 decentralized crypto exchange, kalau di Indonesia ada Unydex, yang lainnya di luar negeri : EtherDelta, Bibox, BitShares Asset Exchange, Waves DEX, Bancor Network, OpenLedger DEX, Stellar DEX, IDEX, Token Store, Bisq, ryptoDerivatives, AirSwap.io, FcoinExchange, BarterDEX, DEx.top, DDEX dan Ethermium.

Banyak orang berpendapat bahwa centralized exchanges berbeda dengan apa yang ingin dicapai Satoshi Nakamoto (dikreditkan sebagai pencipta Bitcoin). Bagian dari visi Satoshi adalah untuk mencapai masyarakat di mana dapat mengirim dan menerima uang tanpa ada pihak ketiga (seperti bank). Di mana centralized crypto exchanges (seperti bank besar) berlaku sebagai pihak ketiga di antaranya. Hal ini menyatakan bahwa decentralized exchanges lebih sejalan dengan visi Satoshi Nakamoto dan visi Anarcho-Capitalist tentang sistem trusless dari peer-to-peer telah memicu pertumbuhan decentralized exchanges.

 

Decentralized Exchange Tidak Mungkin Diretas (Impossible to Hack)

Server decentralized exchanges biasanya tersebar di seluruh dunia. Hal ini berbeda dengan centralized exchanges yang biasanya membuat server lebih terkonsentrasi. Penyebaran server ini mengarah pada resiko downtime server yang lebih rendah. Hal ini juga menunjukkan bahwa decentralized exchanges hampir kebal terhadap serangan. Saat Anda mengambil salah satu server, tidak terdapat perbedaan untuk jaringan server secara keseluruhan. Sebaliknya, jika hacker berhasil masuk ke server di centralized exchanges, hacker bisa mengakibatkan banyak kerugian. Terdapat banyak peretasan dalam decentralized exchanges.

Rasanya kalimat “tidak mungkin diretas” juga kurang pas, namun memang jumlah kasus hack centralized exchange dibandingkan decentralized exchange ada di kisaran 1 dibanding beberapa puluh. Beberapa tahun terakhir hanya ada 2 kasus hack decentralized exchange yaitu Bancor dan Bisq.

 

Anonim atau Pseudonym di decentralized crypto exchange

Centralized exchanges mengharuskan Anda memberikan banyak informasi saat bergabung sebagai pelanggan. Bertujuan untuk mematuhi aturan anti pencucian uang di negara tempat exchange tersebut berada. Hal ini tidak selalu terjadi, karena dengan decentralized exchanges Anda bisa bersifat anonim, atau pseudonym yang berarti bisa menggunakan username alias.

Di decentralized exchange, Anda tidak membuat akun dan tidak menyerahkan identitas apapun, yang Anda lakukan adalah “connect wallet” Anda dengan smart contract decentralized exchange.

Lantas apakah karakter anonim ini berarti ilegal ? tidak juga karena jika ingin trading atau menyimpan dana di decentralized exchange (artinya dana disimpan di wallet blockchain Anda) tetap perlu centralized exchange sebagai pintu masuk dari fiat ke crypto, ingat Anda tidak bisa menggunakan fiat di decentralized exchange.

 

Biaya Lebih Rendah di decentralized crypto exchange

Decentralized exchanges pada umumnya mengenakan biaya lebih rendah daripada centralized exchanges. Tidak diragukan lagi, hal ini merupakan keuntungan besar.

Baca juga : Ranking tempat beli Bitcoin terbaik di Indonesia

Semoga pembahasan tentang exchanges ini dapat bermanfaat bagi Anda. Lebih memahami tentang perbedaan dari jenis-jenis exchanges.

 

Informasi lain tentang decentralized finance

Memahami Disrupsi Dari Decentralized Finance (DeFi)

Apa Itu Decentralized Exchange dan Bagaimana Cara Kerjanya ?

 

Exit mobile version