Digital Yuan Juga Mempersiapkan Diri Menghadapi Facebook Libra

digital yuan

Di saat dunia sedang gila dengan halving Bitcoin, beberapa hari lalu China merilis beberapa informasi terkait Yuan Digital di mana di sisi lain, Facebook Libra juga mengalami kemajuan.

 

Informasi baru tentang Digital Yuan disampaikan oleh Li Lihui, mantan president dari Bank of China yang memimpin  blockchain research group di asosiasi Finance Nasional China, pidato ini yang dibroadcast terkait dengan antisipasi virus Corona berjudul “Digital Currency: A Possibility to Restructure the Global Monetary System (数字货币:可能重构全球货币体系).

Baca juga : Kenapa Indonesia perlu Rupiah Digital

Bagian yang menarik dari speechnya adalah, banyak orang yang berekspektasi speechnya fokus pada Digital Yuan (atau DECP,  DCEP, the Digital Currency Electronic Payment)  Li juga banyak membahas tentang Libra,

Libra’s Fanboy

Li memulainya dengan mengatakan Libra sebagai “supranational digital currency 超主权数字货币.”yang berarti digital currency yang dibuat bukan oleh negara, tetapi oleh organisasi kredibel yang besar, di mana currency ini didesain untuk menggantikan financial intermediary yang existing seperti bank komersial, bahkan bank sentral dalam kadar tertentu.

Sebagai orang yang sangat mengikuti perkembangan dari Libra, Li berbicara dengan antusias tentang whitepaper update dari Libra whitepaper, secara spesifik ia mengatakan bahwa Libra membuat kemajuan yang impresive dalam memperkuat dominasi dari USA dan standar compliance finansial.

“Jika sebelumnya di tahun 2019, Libra nampak mentah, namun sekarang nampak sebagai blueprint yang workable.

Gambaran Besar Digital Yuan Vs Libra

Apa yang menarik dari sini ?

Ironis jika Libra sendiri nampak struggling untuk mendapatkan approval di USA, sedangkan di luar USA, Libra dilihat sebagai senjata terbaik bagi USA untuk melanjutkan dominasi globalnya. Dibalik pujian Li ada ketakutan China bahwa Libra menjadi kompetitor utama di bidang digital currency, walaupun keduanya memiliki perbedaan desain.

China memiliki dilema yang membawanya secara langsung kepada konflik dengan Facebok, mereka ingin DCEP digunakan secara internasional untuk pembayaran lintas border, namun tetapi pemerintahan China ingin supaya digital currencynya digunakan untuk menghilangkan uang cash kertas di negaranya, mengurangi fraud dan benefit Digital Yuan yang lain, tetapi hadiah utamanya adalah membangun digital currency global yang menggantikan USD.

Libra versus the digital yuan

Sedikit tidak masuk akal, karena Yuan China penggunaannya hanya mencapai 2% dari pembayaran dan penyimpanan global, dibandingkan 90% dari transaksi internasional menggunakan USD di 2019.

Tetapi China juga suka berbicara tentang Libra, menurut China, Libra adalah project bukan hanya milik Facebook, tetapi secara esensi dikontrol oleh the FED. Ketika China berbicara tentang Libra, mereka sedikit mengganggu kepemimpinan finansial dari USA. China telah mendominasi bidang digital currency sejak 2015, dan tiba tiba Libra datang dan ingin bagian dari kue, lebih buruk lagi, Libra mayoritas di back oleh USD.

Siapa yang akan menang ?

Fakta bahwa Dollar menjadi inti dari Libra, cukup mengganggu China. Karena jika Libra berhasil secara global, Libra bisa mengupgrade standard compliance, koneksinya dengan banyak bank komersial akan secara signifikan membatasi penggunaan Digital Yuan di luar China, lebih buruk lagi, jika Libra mendapatkan traction tetapi tidak melibatkan Yuan dalam basketnya, akan menurunkan internasionalisasi dari Yuan.

Internasionalisasi dari Yuan adalah salah satu agenda dari DCEP, dalam speech dari Li, ia menekankan bahwa “China harus mempelajari implementasi global digital currency yang mendorong internasionalisasi dari Yuan”.

 

Sumber : Decrypt

 

Informasi lain tentang Blockchain :

Blockchain Adalah

Pengetahuan Dasar Tokenisasi dan Smart Contract Blockchain (Video Replay)

 

 

 

Related articles

JPMorgan Luncurkan Koin Sendiri untuk Tingkatkan Kecepatan Transaksi

JPMorgan, bank terbesar ke-6 di dunia (dengan total aset sebesar $2,533.60 B) akan meluncurkan koin kriptonya sendiri yang bernama JPM Coin. Koin ini akan dipergunakan sebagai sarana untuk mempercepat dan meingkatkan efisiensi bertransaksi antara klien JPMorgan (B2B). Salah satu hal yang cukup menarik dari peluncuran ini adalah pada tahun 2017 Jamie Dimon (CEO JPMorgan) mengeluarkan sebuah […]

YouTuber dengan Subscribers Terbanyak, PewDiePie Bergabung dengan Platform Live Streaming Blockchain

PewDiePie, YouTuber terpopuler di dunia dengan subscribers terbanyak, telah bergabung dengan platform live streaming berbasis blockchain, DLive. DLive, aplikasi penyiaran bertenaga blockchain yang mencakup sistem reward untuk content creator, mengumumkan pada hari Selasa bahwa content creator Swedia berusia 29 tahun dengan nama asli Felix Kjellberg ini telah menandatangani kesepakatan live streaming “eksklusif” dengan platform tersebut. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *