Inovasi Regulasi Blockchain Masalah Kelangsungan Hidup – Presiden Korea Selatan

zona blockchain Korea Selatan di Busan

 

Presiden Korea Selatan Moon Jae-In menyatakan bahwa inovasi regulasi mengenai teknologi blockchain menjadi salah satu masalah kelangsungan hidup.

Inovasi regulasi bukan masalah pilihan lagi, ini adalah masalah kelangsungan hidup

Presiden Korea Selatan menekankan pentingnya pengembangan pendekatan regulasi baru terhadap teknologi baru seperti blockchain mengingat pemilihan kota Busan sebagai zona bebas regulasi, menurut siaran pers yang dibagikan kepada Cointelegraph pada 24 Juli.

 

Dalam siaran pers, Moon membandingkan era industrialisasi dengan revolusi industri keempat yang sedang berlangsung, revolusi industri ke 4 membutuhkan inovasi regulasi sebagai suatu keharusan dasar.

Moon berkata:

“Sementara inovasi regulasi di era industrialisasi adalah pilihan, namun kini hal tersebut adalah masalah bertahan hidup karena kita mengalami revolusi industri 4.0, yang ditandai oleh lintas industri dan bidang.”

Presiden menambahkan bahwa membuat use case real untuk blockchain untuk melindungi data pribadi berkontribusi pada kehadiran internasional yang lebih besar untuk Korea Selatan, sementara aplikasi blockchain dalam keuangan akan sangat berkontribusi pada revitalisasi ekonomi lokal.

 

Zona bebas regulasi blockchain Korea Selatan untuk bekerja pada aplikasi DLT di empat area

Seperti diberitakan sebelumnya, Busan, kota terpadat kedua di Korea Selatan setelah Seoul, terpilih sebagai zona bebas regulasi blockchain Korea Selatan bersama dengan kompetitornya Provinsi Jeju pada April 2019. Sebagai bagian dari inisiatif, Pemerintah Korea Selatan  berencana untuk meminimalkan tekanan regulasi di industri blockchain dan mempromosikan inovasi teknologi di negara ini.

 

Menurut siaran pers, proyek  ini akan melakukan implementasi aplikasi blockchain di empat bidang : pariwisata, keuangan, logistik dan keselamatan publik. Setiap bidang implementasi akan memiliki perusahaan yang bertanggung jawab terpisah, menurut laporan itu.

Per laporan tersebut, BNK Busan Bank, anak perusahaan dari perusahaan induk lokal BNK Financial Group, akan bertanggung jawab untuk aplikasi blockchain di bidang keuangan, sementara Hyundai Pay akan mengembangkan sistem berbasis blockchain untuk pariwisata. Coinplug perusahaan yang terkait dengan crypto lokal akan bekerja pada platform keselamatan publik bertenaga blockchain, dan startup teknologi BP & Solution akan mengembangkan platform logistik perikanan, menurut catatan laporan itu.

Baru-baru ini,menurut sumber lokal melaporkan Bank Busan memasuki kemitraan dengan otoritas kota Busan untuk mengembangkan proyek mata uang digital berbasis blockchain internal.

 

Baca Juga Informasi Lainnya Tentang Blockchain

 

Apa Sajakah Manfaat dan Kelebihan Dari Teknologi Blockchain ?

 

Mengetahui Mitos Yang Sering Ada di Teknologi Blockchain

 

 

 

Related articles

Apakah Smart Contract Bisa Menjadi Kontrak yang Legal?

Cryptocurrency telah menjadi beban pikiran tersendiri bagi hukum. Sejak Ross Ulbricht meluncurkan exchange Silk Road pada Februari 2011, Bitcoin dan sejenisnya telah mengganggu kemampuan pihak berwenang untuk mengawasi dunia dan untuk memastikan bahwa norma, peraturan, dan undang-undang telah dipatuhi. Untuk sementara waktu, diyakini oleh beberapa pihak bahwa kontrak pintar (smart contract) akan melakukan sesuatu yang […]

Vexanium Webinar 24 April 2020 bersama Ngampooz dan Nodes Community

Vexanium Webinar 24 April 2020 bersama Ngampooz dan Nodes Community

Tak dapat dimungkri bahwa pandemi Virus Korona yang kini sedang berlangsung telah melumpuhkan beberapa sektor industri di Indonesia. Berbagai kalangan masyarakatpun terkena dampaknya, tak terkecuali para pelajar. Media pembelajaran yang biasanya dilakukan melalui kelas tatap muka langsung kini harus ditiadakan dan diganti dengan kelas berbasis online dan webinar. Melihat pergeseran cara belajar ini, Vexanium tak […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *