Karena Stagflasi Ekonomi, Dana Fiat Bisa Lebih Banyak Masuk ke Cryptocurrency

Stagflasi adalah resesi dan inflasi yang terjadi bersamaan, inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi melambat dan angka pengangguran tetap cukup tinggi.

Ekonomi global menghadapi serangkaian permasalahan baru yaitu kenaikan suku bunga yang ekstrim, dan berpotensi mendorong permintaan untuk aset kripto yang bersifat volatile. Hal ini menyebabkan Crypto dianggap sebagai store of value.

Federal Reserve AS dijadwalkan pada hari Rabu ini, dalam upaya untuk mengendalikan nilai tukar dolar. Harga Dolar yang lebih murah menyebabkan harga ekspor yang lebih kompetitif di pasar internasional, tetapi juga berdampak pada hilangnya nilai dolar untuk beberapa traders dan holders.

Baca juga : Apa itu dominasi Bitcoin ?

Memegang uang fiat bisa memberikan tingkat bunga yang sangat rendah, bahkan negatif, maka kelebihan uang fiat kemungkinan akan dipindahkan ke aset digital atau cryptocurrency,  kondisi ini disebut stagflasi, di mana Fed AS dan Bank Sentral Eropa sedang berlomba-lomba untuk menurunkan suku bunganya, kondisi ini mungkin ideal untuk aset kripto.

The Fed menaikkan suku bunga dari 0,25% menjadi 2,5% selama tiga tahun terakhir. Dan sekarang bank sentral mungkin akan memulai babak baru penurunan bunga, nilainya sudah 2,25%. Presiden AS Donald Trump mendorong suku bunga serendah mungkin, bahkan turun ke negatif.

ECB memutuskan kebijakan bunga negatif pada 12 September ini, mengacu pada Brexit dan perlambatan ekonomi yang membutuhkan intervensi. ECB juga menyuntikkan likuiditas melalui pembelian kembali obligasi.

Ekonomi yang stagnan ditambah likuiditas tinggi juga berarti lebih banyak uang tunai untuk diinvestasikan. Alih-alih mengekang likuiditas, bank sentral melanjutkan pelonggaran kuantitatif ekstrem hingga dekade terakhir. Uang mengalir ke aset yang berfungsi untuk mempertahankan nilai atau mengimbangi inflasi dengan emas yang menjadi hit, dan diikuti oleh real estate. Aset digital memiliki beberapa properti store value, dan lebih likuid dibandingkan dengan real estate.

Pada tahun 2019, Bitcoin (BTC) berhasil menikmati kenaikan harga lebih dari 300% dari posisi terendahnya pada 2018. Beberapa koin yang memiliki likuiditas baik juga mencapai pengembalian yang relatif tinggi. Meskipun tidak mencatat rekor baru, pasar crypto telah mengalami peningkatan likuiditas, dan BTC terlihat lebih menjanjikan apabila ada adopsi yang lebih besar, perdagangan likuiditas yang lebih tinggi, dan harga yang stabil.

sumber : bitcoinist

 

Baca berita lainnya tentang cryptocurrency dan bitcoin :

Tidak Seperti Litecoin, Bitcoin Halving Akan Memiliki Dampak Signifikan Pada Harga

 

Kesalahpahaman Terbesar Mengenai Bitcoin

 

 

 

Related articles

Binance Launchpad Menyelesaikan ICO Ketiganya Dengan Celer Network Dan Meraih 4 Juta Dolar

Binance Launchpad, sebuah platform peluncuran token yang dimiliki oleh Binance, crypto exchange terbesar di dunia sudah menyelesaikan 4 juta dolar dalam penjualan token Celer Network (CELR) sesuai yang diinfokan pada 19 Maret. Token sale ini selesai dalam 17 menit 35 detik dengan total jumlah token yang terjual sebesar 597.014.925 CELR dalam 1 kali penjualan. Seperti […]

harga bitcoin setelah halving

Antisipasi Harga Bitcoin Setelah Halving 2020 Oleh Douglas Tan – BullWhales (Webinar Replay)

  Pada Webinar Digitalis.id bersama Vexanium.com dan Nodescommunity, Douglas Tan (Fund manager – Bullwhales) membagikan pengetahuan dan pengalamannya bagi para audience untuk menghadapi halving Bitcoin di tahun 2020. Di presentasi dari Douglas Anda juga bisa belajar tentang faktor apa yang membuat Bitcoin bisa memiliki nilai, sedangkan di mata Warren Buffet, kenapa Bitcoin tidak memiliki nilai. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *