6 Keuntungan Membuat DApps di Blockchain Vexanium

Dapps in vexanium

Aplikasi terdesentralisasi atau DApps adalah aplikasi yang dijalankan oleh pengguna tanpa adanya pihak ketiga yang mengontrol. Pengguna yang menggunakan aplikasi terdesentralisasi tidak akan memberikan data pribadi mereka kepada pihak-pihak yang dapat menyalahgunakan data mereka. Saat diluncurkan, aplikasi ini akan bekerja secara mandiri. Pengguna dapat memberikan kontribusi untuk setiap perubahan dalam perangkat lunak dengan menggunakan mekanisme konsensus. Pengguna harus menyediakan daya komputasi yang dibutuhkan untuk menjaga agar jaringan tetap berjalan. Kemudian, mereka akan menerima token asli dari platform sebagai kompensasi.

DApps lebih aman daripada aplikasi tesentralisasi karena teknologi blockchain-nya. Setelah Anda memasukkan informasi ke dalam sistem blockchain, informasi tersebut akan disimpan secara permanen. Hampir mustahil apabila dapps ingin diblokir oleh otoritas eksternal, karena dapps tidak ada pada semua alamat IP dan hanya ada beberapa otoritas yang memiliki jaringan aplikasi tersebut. Ini lah yang membuat sistem tidak berubah. DApps juga transparan dalam hal data, karena semua kode harus open source, sehingga siapapun dapat melihat dan memverifikasi klaim pembuatnya.

Baca juga: Mengenal Vexanium, Public Blockchain & Crypto Terbaik Indonesia Saat Ini

DApps juga lebih tahan terhadap serangan dibandingkan dengan aplikasi yang hanya bergantung pada satu server. Aplikasi yang memiliki server tunggal (sentralisasi) akan berhenti sepenuhnya jika terjadi serangan pada server. Sementara dapps hanya akan berhenti berjalan jika setiap komputer yang terhubung ke jaringan diserang dan rusak. Kondisi ini diyakini sangat tidak mungkin terjadi. Jika hanya ada satu komputer yang rusak maka itu tidak akan berdampak terlalu banyak pada seluruh server.

Ada beberapa jaringan blockchain publik yang menjadi tempat yang tepat agar para developers bisa membuat aplikasi terdesentralisasi mereka sendiri. Salah satunya adalah blockchain publik terbesar di Indonesia yaitu Vexanium. Vexanium terbilang berbeda dibandingkan dengan platform blockchain lainnya. Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan apabila membuat aplikasi terdesentralisasi di blockchain Vexanium.

1. Vexanium menggunakan bahasa pemrograman C++

Para programmer pemula ataupun ahli akan lebih mudah dalam membuat smart contract di blockchain Vexanium. Kemudahan ini tentunya akan membantu developers dalam membuat dapps.

2. Vexanium menggunakan konsensus Delegated Proof Of Stakes (DPoS) 

Vexanium akan memprioritaskan skalabilitas dan kinerja jaringan dengan menggunakan block producers. Block producers adalah perwakilan Vexanium yang dipilih oleh semua pengguna di jaringan, menggunakan suara untuk menjadi blok produsen yang berfungsi di jaringan. Para produsen blok ini memiliki tanggung jawab untuk membuat dan memvalidasi blok-blok di dalam jaringan dan akan mendapatkan imbalan atas upaya mereka.

3. Fitur Anti Pencurian dan Pembekuan

Dengan menggunakan DPoS, blockchain Vexanium akan dapat memperbarui kode kontrak yang tidak sesuai atau salah, tanpa melibatkan hard fork.

4. Skalabilitas

Vexanium dapat mengakomodasi lebih dari 2000 transaksi per detik di jaringan blockchain. Sedangkan sebagian besar platform hanya dapat melangsungkan 15 hingga 20 transaksi per detik. Ini karena produksi blok (validasi transaksi) dilakukan setiap 0,5 detik atau sama dengan dua blok setiap detik, sedangkan generasi blockchain sebelumnya membutuhkan sekitar satu hingga sepuluh menit untuk menghasilkan satu blok..

5. Biaya RAM Lebih Murah

Developers tentunya harus menulis sesuatu di blockchain ketika mereka ingin membuat dapps. Ketika developers menulis sesuatu di blockchain, mereka menggunakan smart contract yang menjadi elemen dasar dari dapps. Untuk membuat smart contract, para developers membutuhkan RAM. Dalam membuat basic smart contract dibutuhkan sekitar 100kb RAM dan biaya RAM di blockchain Vexanium lebih murah dibandingkan di blockchain lain seperti EOS dll. Salah satu contoh perbandingannya adalah ketika developers membuat dapps di EOS, harga 1 KB RAM membutuhkan 0.0684 EOS (https://eospark.com/chart/ramprice). Sedangkan harga 1 EOS saat ini $3.10 per 9 Maret 2020 (https://coinmarketcap.com). Berikut perhitungannya:

0.0684 x 100 = 6.84

6.84 x $3.10 = $21.204 

Developers harus mengeluarkan sekitar $21.204 /100KB atau setara dengan Rp307.033,92,-  ketika membuat di EOS.

Di Vexanium, 1KB RAM membutuhkan 0.17245 VEX (https://explorer.vexanium.com). Sedangkan harga 1 VEX saat ini berkisar $0,002411 per 9 Maret 2020 (https://coinmarketcap.com). Berikut perhitungannya:

0.17245 x 100 = 17.245

17.245 x $0,002411 = $0.041577695 or about $0.0416

Maka, developers harus mengeluarkan sekitar $0.0416 /100KB atau setara dengan Rp602,37,-

6. Program Insentif khusus DApps

DApps yang berhasil dibuat di blockchain Vexanium dapat didaftarkan dalam program insentif yang diadakan oleh Vexanium. DApps yang sudah dibuat dan dikumpulkan ke Vexanium akan dinilai dan dikategorikan. Setelah itu, dapps yang sesuai dengan kategori akan diberikan insentif sesuai grade mereka. Semakin tinggi grade (A, B, C, etc), semakin tinggi nilai insentif. Insentif diberikan dalam bentuk VEX. Anda bisa mengikuti programnya di sini.

Baca juga: Vexanium Gelar Konferensi untuk Mengedukasi Mahasiswa di Jakarta Mengenai Teknologi Blockchain

Developers dapat membuat berbagai jenis dapps di blockchain Vexanium sesuai dengan keinginan dan tujuan masing-masing. Mereka dapat membuat aplikasi game, aplikasi keuangan, media sosial, dan lainnya. Salah satu dapps yang telah dibuat di blockchain Vexanium adalah Trusti. Trusti merupakan dapps yang memungkinkan semua pengguna dapat membuktikan legalitas, keabsahan, kepemilikan, penyebaran data krusial, dan tanda tangan asli pada semua dokumen dan data melalui teknologi blockchain. (Trusti. 2020. para 3) 

Sebelumnya, Trusti dibuat dengan menggunakan blockchain Ethereum, tetapi Damos Hanggara, selaku developer Trusti memutuskan untuk berpindah ke Vexanium dikarenakan skalabilitasnya. Vexanium memiliki kecepatan dua ribu transaksi per detik, yang tentunya jauh lebih efisien dibandingkan Ethereum yang hanya memiliki kecepatan 15 transaksi per detik. Trusti adalah web platform di mana penggunanya dapat mencatat dan memverifikasi keabsahan suatu file digital. Hal ini lah yang membuat Trusti membutuhkan skalabilitas yang lebih tinggi. Selain Trusti, terdapat beberapa aplikasi lainnya seperti Fish War dan Dice yang juga dibuat dengan teknologi blockchain Vexanium. 

Berdasarkan statistik di laman State of The Dapps, sudah tercatat sekitar lebih dari 3342 dapps yang dibuat di berbagai platform di dunia terhitung Februari 2020. Semakin banyak dapps blockchain dan use case yang muncul, semakin besar juga peluang dapps untuk menjadi solusi masalah di berbagai sektor di dunia. Dengan adanya dapps diharapkan untuk membuat segalanya menjadi lebih transparan, aman, dan adil untuk semua pihak. 

Related articles

Raih 2 Sertifikasi ISO, Indodax Siap Menjadi Startup Unicorn Baru Indonesia

Indodax kini berhasil menjadi perusahaan marketplace aset digital pertama di Indonesia yang memiliki dua jenis sertifikasi ISO sekaligus yaitu 9001: 2015 dan 27001: 2013. Kedua jenis sertifikasi ini merupakan standar internasional dalam bidang sistem manajemen mutu dan keamanan informasi. Standar sertifikasi ISO sendiri sudah diakui di 182 negara di dunia dan dikenal sangat ketat dan […]

Cold Wallet Terbaik untuk Menyimpan Cryptocurrency

Hai Digitalis! Jika anda sudah berkecimpung di dunia blockchain atau cryptocurrency, pasti anda pernah mendengar istilah hot wallet dan cold wallet. Hot wallet dan cold wallet merupakan 2 jenis dompet digital untuk menyimpan cryptocurrency atau aset digital anda. Hot wallet merupakan jenis dompet digital yang sifatnya digital, jadi cryptocurrency anda akan di simpan dalam bentuk digital yang tidak membutuhkan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *