Luncurkan Testnet Jumat Ini, Vexanium Selangkah Lebih Dekat Untuk Kembangkan Ekosistem Blockchain Di Indonesia

Perkembangan teknologi di Indonesia memang selalu berkembang dari masa ke masa. Hal ini menjadikan blockchain sebagai teknologi yang tak bisa dihindari. Blockchain sendiri terutama cryptocurrency merupakan teknologi yang sudah mulai booming beberapa tahun belakangan ini.

Vexanium, perusahaan blockchain asal Indonesia yang bernaung di bawah PT Wujudkan Mimpi Indonesia memiliki mimpi supaya Indonesia menjadi salah satu negara yang dapat mengadopsi blockchain secara cepat.

Oleh karena itu Vexanium akan meluncurkan Testnet pada Jumat, 19 April 2019. Testnet ini sendiri merupakan awal dari rencana perampungan mainnet Vexanium yang diperkirakan akan diluncurkan pada Q2 2019. Launching testnet ini sendiri mencakup Wallet BETA (Desktop & MAC Version) testing dan Dapps (Decentralized Application).

Teknologi yang ditawarkan oleh Vexanium ini sendiri mencakup beberapa aspek diantaranya adalah skalabilitas, biaya transaksi, konsensus, pembuatan smart contract & bahasa pemrograman dan tentu saja dilengkapi dengan fitur anti pencurian dan pembekuan.

Dari segi skalabilitas, Vexanium akan mampu menampung 1500 hingga 2000 TPS (Transaction Per Second) sementara kebanyakan paltform blockchain hanya mampu menampung 10 hingga 100 TPS saja.

Dari segi biaya transaksi, Vexanium tidak menggunakan biaya transaksi seperti platform kebanyakan yang biasanya membutuhkan biaya transaksi di setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna.

Dari segi konsensus, Vexanium akan menggunakan konsensus DPoS (Delegated Proof of Stake) yang berarti Vexanium akan lebih mengedepankan skalabilitas dan performa jaringan yang mumpuni.

Dari segi pembuatan smart contract dan bahasa pemrograman, blockchain Vexanium akan menggunakan bahasa pemrograman C++ sehingga programmer akan lebih mudah dalam membuat smart contract dengan menggunakan blockchain dari Vexanium.

Fitur yang tidak kalah penting adalah fitur anti pencurian dan pembekuan,  dengan menggunakan DPoS maka teknologi blockchain Vexanium akan mampu untuk memperbarui kode kontrak yang tidak sesuai atau salah tanpa melibatkan hard fork.

Jangan sampai kelewatan launch testnet kami ya!

Related articles

Apa itu ICO (Initial Coin Offering)?

Jika anda sudah biasa berurusan dengan investasi, saham, IPO dan sejenisnya, tentu pasti anda pernah mendengar istilah yang dinamakan ICO atau Initial Coin Offering. Singkatan ini awalnya diperkenalkan setelah munculnya sebuah teknologi revolusioner abad ini, yaitu teknologi blockchain. Untuk mengetahui apa itu ICO, maka kita harus mengetahui dulu dasar-dasar teknologi yang berada dibalik ICO, yaitu teknologi blockchain, […]

BlockJakarta Blockchain Conference: Update 21st April 2019

Muhammad Neil El Himan – Direktur Infrastruktur TIK, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) akan berbicara di BlockJakarta Blockchain Conference.   Triv Exchange dan Triv|Pro telah bergabung BlockJakarta conference sebagai Silver sponsor. Gabriel Rey De Leroy – CEO Triv Exchange akan berbicara tentang ‘Bitcoin untuk investasi milenail’.   Triv Exchange and Triv | Pro has joined […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *