Manfaat Teknologi Blockchain Untuk Mengurangi “Kontrol Data Sebagai Liability”

proteksi data privacy dan blockchain

Teknologi blockchain seperti Vexanium, bisa meminimalisir risiko kontrol data yang akhir-akhir ini banyak mendapatkan berita negatif di Indonesia dan juga dunia.

Tahukah Anda bahwa me-manage data customer, bagi perusahaan finansial yang bersifat centralized (dan sebenarnya juga perusahaan lainnya) itu adalah sebuah liability atau beban, di mana perusahaan-perusahaan ini walaupun sudah berinvestasi besar (merekrut banyak karyawan) tetap saja bisa mengalami masalah terkait data customer dan biasanya juga berkaitan dengan karyawan internal perusahaan tersebut.

Baca juga : Memahami disrupsi decentralized finance

Misalnya :

  1. Twitter, lebih dari 1.500 pegawai penuh waktu dan kontrak memiliki akses untuk mengubah akun pengguna dan membaca isi direct message (sumber : Kompas.com)
  2. Kasus pembobolan ATM dengan struk bekas di tong sampah Atm (sumber)
  3. Kasus kebocoran data Denny Siregar di Telkomsel

Kasus di atas beritanya semua di bulan Juli. Ya, dalam 1 bulan bersamaan. Belum termasuk kebocoran data marketplace di Indonesia.

Contoh lain, Anda punya paman/teman kerja di bank X, lalu Anda memiliki kartu kredit dari bank X. Tahukah Anda bahwa transaksi atau saldo Anda bisa dengan mudah dilihat oleh paman/teman Anda ? (fyi.saya punya pengalaman kerja 3 tahun sebagai kepala cabang bank swasta). Jangan bingung jika teman Anda yang kerja sebagai analis kartu kredit di bank tiba-tiba nyeletuk “kok kamu ke starbucks terus?”. Saya sendiri pernah mengalami hal tersebut, ada saudara saya nyeletuk seperti itu. Ya, namanya saudara atau teman dekat mungkin tidak takut dengan adanya hukum kerahasiaan bank.

Mungkin juga akan tergantung banknya, ada yang memberikan akses transaksi ke semua karyawan, ada juga yang hanya ke karyawan di divisi terkait saja.

Kalau di Indonesia nampaknya undang-undang privasi atau keamanan data belum terlalu banyak dibicarakan, belum jelas aturan dan dendanya, tetapi kalau di Eropa, dendanya bisa sampai 20 juta Euro atau 4% dari annual revenue.

Manfaat blockchain untuk Memindahkan Liability Data ke User

Teknologi blockchain bisa memindahkan kontrol terhadap data yang sebelumnya dipegang oleh institusi centralized, dipindahkan kepada user atau customer.

Saat ini memang masih banyak orang yang tidak keberatan untuk memberikan data ke institusi yang bersifat centralized walaupun banyak kejadian di atas, apalagi kalau Anda kehilangan pin (atau kartu atm) bisa datang ke bank dan bisa dilayani penggantiannya.

Namun kalau kita lihat dari sudut pandang lain, dari sisi entrepreneurnya atau yang membuat bisnis finansial, jika liability ini dialihkan ke customer dengan menggunakan teknologi blockchain, ternyata biaya dan modal yang digunakan untuk membangun bisnis ini bisa sangat berkurang jauh (ditambah dengan konsep mining di mana user/customer juga menjadi investor dan bisa turut serta dalam governance).

Saat ini saya tidak tahu berapa penghematannya, tetapi kita bisa lihat bahwa Bitcoin, Ethereum, Compound tidak memiliki Customer service, teller, divisi kredit, kepala cabang dan banyak jenis staf lainnya. Tapi di awal 2020 MakerDAO sudah approve bahwa mereka ke depannya akan menerima jaminan aset real world. Siapa tahu ke depannya mereka akan punya divisi kredit dan kepala cabang ? atau mungkin mereka akan menemukan cara untuk men-desentralisasi proses ini di mana semua orang bisa berperan menjadi “analis kredit” dengan memberikan token sebagai reward.

Sangat banyak investor di luar negeri yang menginvestasikan dananya ke teknologi blockchain karena salah satu sebabnya yakin bahwa manfaat blockchain yang bisa memindahkan liability dari tangan perusahaan ke user akan memiliki dampak besar, yang salah satunya ke skalabilitas bisnis.

Namun tentu saja sistem decentralized juga memiliki beberapa kekurangan, misalnya karena kontrol data ada di user, maka tidak memiliki fitur forgot password, kalau kartu “ATM” atau pin Anda hilang, Anda tidak bisa datang ke cabang untuk meminta kembali. Namun tentang tidak adanya forgot password di sistem decentralized  nampaknya ke depannya bisa disolve dengan konsep social recovery. Di mana Anda memberikan private key Anda dengan dipecah-pecah ke beberapa saudara dekat Anda.

Lebih lengkap tentang private key dan decentralized wallet baca di : Cara memakai decentralized wallet.

Mari kita lihat nantikan saja bagaimana situasi blockchain ke depan.

 

Informasi lain tentang Blockchain

Sidang Senat Melihat Dolar Digital sebagai Alat Supremasi Ekonomi

 

Related articles

peraturan blockchain dan crypto - aset digital

Rancangan Regulasi Blockchain dan Aset Digital di California Bisa Mengubah Masa Dengan Dunia Finansial

Brian Armstrong, CEO Coinbase mengatakan bahwa rancangan aturan dan regulasi blockchain yang sedang dipertimbangkan para pembuat keputusan hukum di California akan memiliki dampak besar terhadap aset digital dan masa depan keuangan. Rancangan aturan ini mencoba mengubah arti dari sekuritas yang selama ini digunakan oleh negara, untuk mengakomodasi beberapa aspek cryptocurrency dan blockchain. Para regulator di […]

Menurut Survey 75% dari Perusahaan IoT Ingin Menambahkan Blockchain

Sementara saat ini masih ada beberapa kasus penggunaan blockchain dalam skala besar, industri Internet of Things (IoT) ternyata menjadi “titik manis” untuk adopsi teknologi tersebut. Avivah Litan, seorang analis industri IT di Gartner, mengatakan dalam sebuah survei, mengatakan bahwa “75 % pengadopsi teknologi IoT di AS telah mengadopsi blockchain atau berencana untuk mengadopsinya pada akhir […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *