Peluang dan Adopsi Blockchain di Indonesia oleh Vexanium & Kendi di Blockjakarta 2019

Danny Baskara - Vexanium - Pandu Sastro - Kendi io

 

Salah satu diskusi panel di Blockjakarta 2019 diisi oleh Danny Baskara, Founder & CTO Vexanium Indonesia Public Blockchain dan Pandu Sastrowardoyo CTO Kendi.io “Keuangan Digital”. Danny dan Pandu memaparkan tentang peluang dan adoption blockchain di Indonesia.

Artikel ini adalah bagian dari liputan khusus blockjakarta.

 

Danny Baskara, Vexanium.com

Vexanium adalah indonesia public blockchain untuk mensupport masyarakat Indonesia membuat smart contract dan dapps yang mudah digunakan dengan Bahasa C++. Saat ini banyak yang membuat smart contract dengan Ethereum, padahal Ethereum memiliki masalah dengan scalability. Vexanium sedang membuat blockchain platform yang lebih baik dan scalable.

Kami juga banyak mengajak developer dari platform lain seperti EOS dan TRON, untuk membuat Dapps di atas kita, dan saat ini sudah ada beberapa yang bergabung.

Peluang apa yang dilihat di Indonesia ?

Vexanium melihat peluang blockchain dan penggunaan smart contract di Indonesia ke depannya akan sangat besar, namun saat ini orang Indonesia banyak (hampir semua) yang belum mengerti decentralized application itu apa, kenapa membuat decentralized application, kenapa harus pakai scatter, apa itu wallet

Bagaimana dengan adoption blockchain di Indonesia ?

Adoption di Indonesia menurut saya akan memiliki 2 jalan : yang pertama akan dimulai dari orang-orang yang sudah memiliki wallet crypto terlebih dahulu, lalu sedikit demi sedikit akan menggunakan produk blockchain yang lainnya. Lalu yang kedua, dari visi startup atau perusahaan tech yang sudah ada memiliki visi di blockchain dan membawa jutaan usernya untuk menjadi pengguna blockchain juga.

 

Pandu Sastrowardoyo, Kendi.io

Kendi atau “keuangan digital” adalah fintech di blockchain yang membantu UKM dan micro business mendapatkan pinjaman. Kendi memiliki growth yang baik, saat ini memiliki 600 user, dan mentargetkan 10,000 users sampai akhir tahun.

Kami telah menandatangani MOU dengan Kementrian koperasi dan pemkot solo, karena mereka melihat aspek value teknologi kita bisa memberikan nilai tambah ekonomi yang tinggi. Namun Kendi sebenarnya bukan teknologi yang seksi, tetapi merupakan sebuah backend technology yang tidak seksi.

 

Bagaimana dengan opportunity di Indonesia ?

Secara general opportunity besar sebenarnya ada di Indonesia sendiri, begitu banyak pulau, banyak agenda, banyak conflicting interest, dengan teknologi blockchain bisa membantu trust.

Fragmentation of data, control, trust juga menjadi masalah yang bisa dibantu solve dengan blockchain.

Kendi sangat optimistic dengan target market kami, SME & bisnis mikro memberikan kontribusi mayoritas bagi ekonomi Indonesia dengan jumlah 58 juta MSMB dan memiliki porsi 60% dari GDP dan memiliki masalah yang bisa diselesaikan oleh produk kami, yaitu membebaskan mereka dari bunga sangat tinggi rentenir.

Bagaimana dengan adoption di Indonesia ?

Masalahnya adalah onboarding user. Aplikasi blockchain memiliki user experience dan flow yang sangat berbeda dengan startup yang bukan blockchain, misalnya dari segi password, general user biasanya menggunakan social media dengan password yang sangat standar tetapi tidak safe. Hal seperti ini perlu menjadi pertimbangan developer blockchain untuk ditingkatkan.

 

 

Baca juga informasi lainnya tentang blockchain di Indonesia :

 

Untuk Mengedukasi Mass Market, Anda Harus Membangun Killer App – Bekraf di Blockjakarta 2019

 

Oscar Darmawan Membicarakan Keadaan Teknologi Blockchain di Indonesia saat ini

 

 

Related articles

Blockchain di industri pertahanan - military defense

Case Study Implementasi Blockchain di Military Defense – Liputan Khusus Blockjakarta 2019

  Colonel Dr.Ir. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, ST,MT,IPM yang menjabat sebagai communications & electronics services, Indonesian Air Forces, di event BlockJakarta 2019 memberikan pemaparan tentang case study blockchain di dunia pertahanan atau military defence. Artikel lainnya dari blockjakarta 2019 bisa Anda baca di sini. Beberapa karakter dan fitur teknologi blockchain antara lain cryptosecured – hash […]

BlockJakarta - Regulasi dan aturan blockchain di Indonesia

Untuk Mengedukasi Mass Market, Anda Harus Membangun Killer App – Bekraf di Blockjakarta 2019

Untuk edukasi masyarakat, Anda harus membangun killer apps, sehingga membuat banyak orang belajar menggunakannya.   Di event Blockjakarta 2019, Neil El Himam, Deputi Infrastruktur Bekraf, memaparkan bagaimana pandangan Bekraf tentang blockchain. Liputan BlockJakarta bisa Anda baca di sini.   Potensi penggunaan blockchain di bidang ekonomi kreatif oleh Pak Neil Blockchain sudah menjadi buzzword karena menjadi […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *