Penelitian Menunjukan Network Activities Tidak terkait Dengan Harga Cryptocurrency

Blockchain sepenuhnya bersifat transparan dalam hal aktivitas sehari-hari atau bahkan berjam-jam. Salah satu teori untuk sumber penentuan harga kripto adalah “network value”, atau transaksi yang dilakukan di dalam blockchain. Bagi Anda yang sedang mencoba trading cryptocurrency, informasi ini mungkin perlu dibaca.

Baca Juga : Cara Melakukan Valuasi Aset Cryptocurrency

Jaringan Sibuk (=Network Activities) Tidak Berarti Harga Crypto Yang Tinggi

Analisis terbaru melihat berbagai jenis korelasi antara harga token dan kapasitas pemakaian jaringan blockchain dan penggunaan di dunia nyata. Tidak ada aturan yang keras dan cepat untuk mengaitkan jumlah transaksi di dalam blockchain secara langsung dengan harga pasar dari koin atau token.

korelasi harga cryptocurrency dan network value

“Sementara pengguna aktif yang unik mungkin tidak akan menjadi metrik yang efektif untuk memprediksi harga untuk perdagangan harian, sepertinya, untuk jangka panjang, beberapa token seperti LTC benar-benar telah menunjukkan hubungan korelatif yang kuat antara harga token mereka dan jumlah aktif pengguna bertransaksi di jaringan pada hari tertentu, ”para peneliti di LongHash menyimpulkan.

Untuk 18 token teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, LongHash mengolah data dari CoinMetrics dan menghasilkan perilaku yang berbeda. Penelitian ini mengkorelasikan harga pasar dan alamat aktif. Data merentang kembali setidaknya satu tahun, dengan pengecualian Bitcoin SV (BSV), dan selama mungkin untuk token dengan sejarah yang lebih panjang.

Bergantung pada jenis kripto token, Koefisien Korelasi Pearson, ukuran korelasi, bergerak antara 1 dan -1. Ini berarti bahwa untuk beberapa token, korelasinya kuat, sementara untuk yang lain, harga crypto dan aktivitas jaringan terpisah atau berkorelasi lemah.

LTC dan BTC Menunjukkan Korelasi Yang Kuat Antara Penggunaan Network dan Harga

Crypto-currency seperti Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Chainlink (LINK), dan NEO memiliki korelasi yang kuat. Kenaikan network activity biasanya diikuti oleh reli harga. Koneksi tersebut berasal dari pengamatan bahwa aliran dana ke exchange biasanya mendahului kenaikan harga yang signifikan.

Untuk jaringan seperti Bitcoin SV (BSV), Stellar (XLM), TRON (TRX), TEZOS (XTZ), Ethereum Classic (ETC), MAKER (MKR), NEM (XEM), dan Basic Attention Token (BAT), koneksi antara network activity dan harga sangat lemah. Lebih unik lagi, BSV tidak memiliki korelasi antara network activity dengan kenaikan harga. Alasan untuk ini adalah bahwa BSV masih terlalu muda, dan masih mengembangkan jaringannya.

TRON, Tezos, dan koin platform lainnya juga menggunakan transaksi untuk menandai perhitungan transaksi. Tidak semua transaksi pada jaringan token memiliki nilai ekonomis. Beberapa hanya terkait dengan komputasi atau penyimpanan data / data record. Dalam kasus jaringan seperti EOS, WAX, dan BitShares, jumlah transaksi yang luar biasa bahkan bisa terjadi tanpa tujuan yang jelas, misalnya untuk memperlihatkan kapasitas jaringan.

Ethereum (ETH) berada dalam kelasnya sendiri, menunjukkan korelasi yang lemah. Alasan untuk ini adalah bahwa ETH juga digunakan sebagai koin utilitas, dan adanya transaksi tidak selalu berarti peningkatan minat spekulatif.

Pengamatan dari studi ini berfungsi sebagai peringatan terhadap hype dari beberapa blockchain yang “menjual” transaksi di jaringannya dengan angka yang tidak masuk akal. Sejauh ini, bahkan jaringan yang dikenal cepat, memang telah disediakan, jauh sebelum penggunaannya – maksudnya, misalnya ada yang mengklaim ratusan juta transaction per second, tetapi, penggunaan nyatanya bisa saja amat sangat kecil.

Penggunaan aktual dari decentralized apps (Dapps)  masih tentatif. Bahkan dalam kasus TRON, penggunaannya belum berhasil membangun kembali harga crypto untuk mencapai penilaian yang lebih tinggi.

 

Sumber : Longhash

 

Informasi lain tentang blockchain dan crypto

 

Mengenal Vexanium, Public Blockchain & Crypto Terbaik Indonesia Saat Ini

 

Manfaat Blockchain Untuk Indonesia

 

Related articles

data dominasi bitcoin

Sekarang Waktu Terbaik Untuk Beli Bitcoin ? Kenapa Ya dan Kenapa Tidak ?

Di bulan Agustus 2019 pasar telah terbalik dengan Bitcoin sebagai pemegang mayoritas dari seluruh kapitalisasi pasar crypto sekali lagi. Sejak akhir 2017, Bitcoin telah meningkat dari porsi terendah (bitcoin dominance) 20% dari seluruh kapitalisasi pasar, kembali ke 70% yang merupakan suatu pencapaian besar. Untuk alasan ini, kita akan membahas apakah Bitcoin harus menjadi koin hodl […]

Model Stock-to-Flow Bitcoin Overhyped secara Besar-besaran Menurut Analis 

Model prediksi finansial stock to flow ratio Bitcoin yang memprediksi kapitalisasi pasar bitcoin akan mencapai penilaian triliun dolar merupakan prediksi yang menyesatkan, menurut analis cryptocurrency Alex Krüger. Ekonom terkenal ini mengkritik Stock-to-Flow Model (S2F) Bitcoin “overhyped secara besar-besaran” . Dalam retrospektif, S2F adalah rasio stock dari sebuah komoditas (jumlah yang diproduksi dalam setahun) dan alirannya […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *