Penulis ‘The Bitcoin Standard’: Comeback Bitcoin Tidak Dapat Dihindari Terlepas Dari Larangan China

bitcoin standard

Saifedean Ammous, penulis dari The Bitcoin Standard mengatakan bahwa peningkatan tindakan keras China pada bitcoin tidak akan berdampak jangka panjang pada harga cryptocurrency. Ammous mengatakan kepada Kitco News bahwa larangan keras China pada bitcoin sebelumnya hanya memiliki dampak sedikit karena harga cryptocurrency selalu berangsur-angsur pulih.

Namun, ia mengakui bahwa larangan ini terkesan serius karena 90% dari kegiatan mining telah dihentikan. Khususnya, pemerintah juga telah mengobarkan perang terhadap transaksi crypto. Menurut Ammous, bitcoin akan kembali karena economic properties yang dimiliki. Ia mengatakan merupakan hal yang mungkin untuk melarang aspek tertentu seperti mining namun merupakan hal yang sulit untuk menghentikan orang bertransaksi dengan menggunakan bitcoin karena sifatnya yang terdesentralisasi. Ammous menambahkan bahwa China mencoba dan memaksakan persyaratan pada orang yang sudah menggunakan jaringan ini, dan jika mereka menyetujui persyaratan tersebut maka user akan terus menggunakannya dan di saat bersamaan juga menggunakan jaringan baru yang diminta pemerintah.

Tapi jika China menerapkan peraturan yang tidak dapat diterima user maka user akan mencari jalan lain. China tidak dapat benar-benar melarang bitcoin, China dapat melarang diri mereka sendiri dari bitcoin dan bitcoin akan terusĀ  beroperasi bahkan bila mencapai 80% crash, pada akhirnya kemampuan untuk bangkit kembali adalah keunggulan dari bitcoin.

Selain itu, Ammous percaya bahwa larangan yang ada hanya akan berdampak ke aset investasi tradisional seperti emas. Tidak seperti emas, prospek jangka panjang bitcoin tidak dipengaruhi oleh politik dan sistem perbankan.

Miners kemungkinan besar akan berpindah tempat

Dengan China menyumbang bagian signifikan dari mining global bitcoin, Ammous mengungkapkan bahwa harga bitcoin kemungkinan masih akan turun lain karena lebih banyak mesin offline. Ia menambahkan bahwa para miner menghadapi kejutan bisnis besar-besaran dan mereka perlu pindah ke yuridikasi lain. Larangan akan bitcoin mining ini berdampak signifikan ke hash rate yang juga sudah jatuh secara signifikan.

Dengan China memberlakukan aturan keras pada bitcoin, yuridikasi lain seperti Miami telah mengumumkan rencana untuk menyambut miner dari wilayah tersebut. Baru-baru ini, walikota Miami Francis Suarez mengatakan bahwa kota tersebut sedang bekerja untuk menurunkan biaya listrik untuk menarik para miner bitcoin yang sedang mencari lokasi baru.

 

Baca juga ilmu lainnya tentang blockchain

 

Perbedaan Coin dan Token Cryptocurrency dan Hubungannya Dengan Blockchain