Perusahaan Analytics Crypto Mengungkap Aset Crypto Paling Overhype di Twitter

The Tie, crypto market data firm, telah mengembangkan metrik baru yang dirancang untuk menganalisis digital aset crypto yang paling over dan under-hyped di Twitter.

Perusahaan menyebutnya rasio hype-to=activity dan mengukur jumlah tweets yang dimiliki masing-masing koin per $ 1 juta dalam volume perdagangan. Tie mencatat rata-rata 1,02 tweets per $ 1 juta volume di 450 pada aset yang mereka analisis.

TokenPay, Electroneum, dan Dragonchain semuanya menempati peringkat sebagai the most over hype crypto di Twitter dengan masing-masing melaporkan lebih dari 500 kali rasio tweet-di volume rata-rata.

Tether digolongkan sebagai aset yang paling tidak over hype, sangat logis karena stablecoin memainkan peran prosedural (bukan spekulasi) dalam sejumlah besar perdagangan crytpo. EOS, Ethereum Classic, Cosmos dan NEO dikabarkan menempati peringkat lima besar dalam The Tie.

Perusahaan data mencatat cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar cenderung memiliki rasio aktivitas yang konsisten. XRP, contohnya tanpa pengecualian berada pada peringkat dengan rasio 4,07 dan angka yang naik menjadi 6,66 ketika tagar #XRPCommunity, #XRPTheStandard dan #XRPArmy dimasukkan dalam analisis.

The Tie mencatat bahwa banyak dari crypto yang paling over-hyped didorong oleh BOT.

“Sama halnya seperti manipulasi volume perdagangan, banyak dari koin ini juga dimanipulasi di Twitter oleh banyak akun BOT, fake followers, dan engagement yang dimanipulasi.

Electroneum misalnya, saat membuat dek 2 dari 3 tweet terbaru tentang ETN ini berasal dari akun dengan deretan angka acak di akun Twitter mereka, biasanya merupakan fake account. ”

Perusahaan data ini juga menunjukkan bahwa manipulasi hype serupa terjadi di Facebook.Hal ini menyoroti jumlah pengikut Coinbase vs jumlah follower CEO Tron Justin Sun, dan jumlah pengikut BitMEX versus jumlah yang mengikuti Electroneum.

 

Informasi lain tentang trading crypto

 

Bank Sentral China  Bersiap Meluncurkan Cryptocurrency di Akhir 2019

 

 

 

Related articles

Oscar Darmawan Membicarakan Keadaan Teknologi Blockchain di Indonesia saat ini

Pada tanggal 2 Mei 2019 di acara BlockJakarta 2019, Oscar Darmawan yang merupakan CEO dari Indodax, membicarakan mengenai keadaan atau status teknologi blockchain di Indonesia saat ini. Oscar mengutip pernyataan dari presiden Indonesia saat ini, yaitu Joko Widodo, bahwa “revolusi industri 4.0 merupakan hal yang sangat penting bagi generasi milenial di Indonesia untuk mengerti dan […]

berita blockchain minggu ini

Highlight Berita Blockchain dan Kripto (18 Februari – 25 Februari 2019)

Hai Digitalis! Berikut adalah highlight berita blockchain dan kripto dari 18 hingga 25 Februari 2019! 1. Hadiah BTT untuk Seeding di BitTorrent Bisa Dijalankan pada Q2 2019 Tim BitTorrent baru-baru ini mengumumkan peluncuran BitTorrent Speed, sebuah aplikasi terdesentralisasi (dapp) yang akan diluncurkan pada paruh kedua tahun ini (Q2 2019). DApp baru ini akan digunakan untuk memberi […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *