Presiden Bank Sentral Brazil: CBDC Kurang Dari 2 Tahun Lagi

bank sentral di brazil blockchain

Meskipun Brazil baru saja mulai mempelajari mata uang digital, presiden bank sentral Brazil berkata bahwa Brazil dapat meluncurkan mata uang tersebut segera pada 2022.

Berdasarkan berita yang dilansir dari media lokal Correio Braziliense, presiden Roberto Campos Neto telah mengindikasikan bahwa mata uang digital akan menjadi “masa depan sistem keuangan”. Di dalam interview dengan Bloomberg Market dan Finance pada 2 September, Campos Neto mengatakan bahwa kondisi yang diperlukan untuk penerbitan mata uang digital bank sentral (CBDC) sedang berkembang di Brazil. Neto melanjutkan bahwa bank sentral negara tersebut telah mengambil langkah-langkah untuk memodernisasi sistem keuangan Brazil dimana ini menjadikan CBDC asli sebagai ‘hasil yang wajar’. Pernyataannya juga menyinggung jadwal potensial untuk peluncuran CBDC, “Kami pikir kami akan melakukannya pada tahun 2022.”.

Baca juga : Kenapa Indonesia Membutuhkan Rupiah Digital

Kondisi yang dimaksudkan oleh Campo adalah kehadiran dari infrastruktur pembayaran yang lebih instan dan efisien, sistem yang terbuka dan mata uang internasional yang dapat dikonversi dan dipercaya orang. Banco Central tampaknya berniat untuk bergabung dengan Uruguay dan telah mulai membangun fondasi untuk CBDC.

Pada bulan Agustus, bank mengumumkan pembentukan grup khusus untuk memeriksa bagaimana CBDC dapat menyesuaikan dengan ekosistem pembayaran yang ada dan bagaimana dampak yang akan dihasilkan pada ekonomi Brazil. Grup khusus ini akan mempublikasikan hasil pemeriksaannya pada 6 hingga 12 bulan kedepan. Pada bulan November, bank sentral akan mengambil langkah lebih dahulu untuk dengan peluncuran sistem pambayaran instan yang bernama PIX. Open Banking juga berada dalam proses implementasi di Brazil untuk meningkatkan kompetisi di sistem keuangan nasional.

Dengan cara ini, komentar Campos Neto menitiberatkan bahwa CBDC Brazil bukan penyebab melainkan konsekuensi dari proses digitalisasi dan modernisasi.

 

Informasi lain tentang teknologi blockchain

 

Memahami Pinjaman Kredit Dengan Jaminan Crypto

 

 

Alasan Decentralized Finance Diperlukan Indonesia

Related articles

JPMorgan Luncurkan Koin Sendiri untuk Tingkatkan Kecepatan Transaksi

JPMorgan, bank terbesar ke-6 di dunia¬†(dengan total aset sebesar $2,533.60 B) akan meluncurkan koin kriptonya sendiri yang bernama JPM Coin. Koin ini akan dipergunakan sebagai sarana untuk mempercepat dan meingkatkan efisiensi bertransaksi antara klien JPMorgan (B2B). Salah satu hal yang cukup menarik dari peluncuran ini adalah pada tahun 2017 Jamie Dimon (CEO JPMorgan) mengeluarkan sebuah […]

Pemaparan Update Regulasi Crypto Indonesia – Liputan Blockjakarta 2019

Dharmayugo Hermansyah, selaku Kementrian Perdagangan di Indonesia menjelaskan mengenai regulasi cryptocurrency di Indonesia di acara BlockJakarta pada 2 Mei 2019. Baca juga liputan event Block Jakarta lainnya di sini Saat ini, aset kripto didefinisikan sebagai komoditi yang tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer to peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *