Blockchain dan Crypto Indonesia

Hester Peirce dari SEC Merevisi Safe Harbor Untuk Crypto

Masalah utama yang dihadapi oleh developer blockchain adalah apakah penawaran token mereka secara sengaja atau tidak akan bertentangan dengan undang-undang sekuritas AS. Komisioner SEC, Hester Peirce telah menyempurnakan solusi yang akan memberikan para developer lebih banyak kelonggaran. Hari ini, Peirce memposting proposal Safe Harbor 2.0 dimana hal ini merupakan pembaruan untuk rencana yang pertama kali ia sampaikan pada Februari 2020. Proposal ini menambahkan adanya persyaratan untuk pelaporan, exit report dan penasihat dari luar.

 

Namun, inti dari solusinya tetap sama. Ini mengasumsikan bahwa token yang terlihat seperti sekuritas di awal dapat berkembang menjadi sesuatu yang lain. Hal ini juga dapat berlaku untuk proyek yang mengandalkan tim inti untuk mulai di awal namun secara bertahap mendesentralisasikan kendali atas jaringan. Di proposal Peirce, tim diberi waktu 3 tahun untuk menentukan apakah token yang mereka gunakan adalah sekuritas dan akan mewakili sebagai kontrak investasi atau bukan sama sekali. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperdagangkan token dalam upaya untuk meningkatkan likuiditas dan membuatnya dapat digunakan secara luas – sama seperti memperdagangkan sekuritas lain.

Hal ini tentu memberikan tim waktu untuk membangun jaringan yang bersifat functional dan desentralisasi dan menumbuhkan partisipasi di dalamnya hingga jaringan tersebut tidak bergantung pada upaya yang harus dikeluarkan terus menerus.

Setelah mendapatkan masukan dari user crypto, pengacara dan publik, Peirce membuat 3 perubahan umum. Pertama, untuk memastikan investor mendapatkan perlindungan yang memadai (dimana hal in merupakan tugas utama dari SEC), Ia menambahkan persyaratan untuk pembaruan semi-tahunan ke agensi. Projek juga harus memiliki block explorer yang berfungsi sehingga publik dapat secara transparan melihat transaksi yang ada. Kedua, Peirce mengklarifikasi apa yang terjadi  pada akhir periode 3 tahun dengan menambahkan exit report. Penasihat dari luar akan mereview untuk menentukan apakah projek ini bersifat cukup desentralisasi atau tetap menjadi security. Jika tetap menjadi security, maka harus didaftarkan.

Terkait dengan itu, Ia menyempurnakan area yang harus memiliki exit report. Salah satu bagian kuncinya adalah menentukan apakah tim yang menciptakan token tersebut memiliki kekuatan yang cukup untuk mengubah harga token atau apakah informasi orang dalam dapat mempengaruhi pandangan publik pada token tersebut.

Proposal yang diperbarui harus sampai ke meja komisaris lain yang merupakan rekan dari Peirce terutama jika ada Gary  Gensler yang merupakan seorang pakar blockchain dan juga calon dari Biden untuk kursi SEC. Peirce mengatakan bahwa dengan akan hadirnya ketua SEC yang baru dan juga tentu dengan agenda yang baru, maka ini merupakan waktu yang tepat bagi Komisi untuk mempertimbangkan kembali bagaimana aturan kami dapat dimodifikasi untuk mengakomodasi teknologi ini secara bertanggung jawab.

 

Berita blockchain lainnya

Memahami Disrupsi Dari Decentralized Finance (DeFi)

 

Apa itu NFT dan Apa Yang Perlu Diketahui Seniman Digital Tentang NFT

 

Exit mobile version