Kenapa Indonesia Membutuhkan Rupiah Digital

rupiah digital Indonesia

Kebanyakan perilaku dari pemerintahan yang kita lihat sekarang adalah pemerintah banyak meng-outsource implementasi berbagai aktivitas kepada sektor swasta, misalnya untuk sektor finansial kepada bank, lalu pemerintah melakukan enforcement regulasi dan kebijakan, yang mana dilakukan secara manual dan memakan waktu.

Tetapi ketika pemerintah menempatkan rupiah di dalam blockchain, maka rupiah ini bisa menjadi mata uang yang bersifat programmable (dengan adanya smart contract di dalam blockchain) dan mentransformasi mata uang rupiah menjadi semacam development platform di mana orang banyak bisa connect dan terintegrasi dengannya.

Saat ini, dengan mata uang rupiah fiat, ketika kita membuat produk atau servis dengan mata uang fiat, kita membangun dengan semua keterbatasan mata uang fiat, misalnya sulit ditransfer, mahal dan lambat di transfer.

Tetapi ke depannya, ketika aturan-aturan terkait pajak sudah bisa dikodekan ke dalam smart contract di dalam blockchain rupiah digital, semua pihak (pebisnis, enterprise, lembaga keuangan dll) bisa membangun bisnisnya di atas rupiah digital. Dengan mata uang rupiah yang digitalkan seperti ini akan membuat mata uang memiliki karakter automated regulation, bisa menghilangkan banyak kepastian dan meningkatkan kepatuhan.

Hal ini akan secara drastis merubah bagaimana semua pihak berinteraksi dengan mata uang digital yang menghilangkan banyak kekurangan dari mata uang fiat.

 

 

Related articles

Perbedaan DeFi dan Cefi atau fintech

Apa Bedanya DeFi (Decentralized Finance) dengan CeFi (Centralized Finance) ?

Decentralized Finance (DeFi) telah menjadi sektor blockchain yang memiliki aktifitas tertinggi sejak 2019 dan telah mendominasi pemberitaan. Sebenarnya apa perbedaan Decentralized Finance (DeFi) yang dibangun di atas blockchain dibandingkan dengan sistem keuangan tradisional atau Centralized Finance (CeFi) ? Lalu apa sih bedanya dengan Fintech ? Fintech yang ada sekarang kebanyakan didirikan dengan konsep sentralisasi (CeFi). […]

Blockchain di industri pertahanan - military defense

Case Study Implementasi Blockchain di Military Defense – Liputan Khusus Blockjakarta 2019

  Colonel Dr.Ir. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, ST,MT,IPM yang menjabat sebagai communications & electronics services, Indonesian Air Forces, di event BlockJakarta 2019 memberikan pemaparan tentang case study blockchain di dunia pertahanan atau military defence. Artikel lainnya dari blockjakarta 2019 bisa Anda baca di sini. Beberapa karakter dan fitur teknologi blockchain antara lain cryptosecured – hash […]

3 Comments

  1. Pingback: Cryptocurrency Sharusnya Tidak Harus Diterbitkan Oleh Central Bank , Menurut Mantan Ketua The Fed |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *