Strategy Blockchain Jerman Untuk Menghancurkan Proyek Private Stablecoin

Dalam upaya untuk membuat hal yang mustahil bagi perusahaan swasta untuk membuat cryptocurrency mereka sendiri, pemerintah Jerman telah menerapkan blockchain strategy yang komprehensif menurut laporan dari Reuters pada 18 September 2019 Pendekatan ini bertujuan untuk menegakkan kedaulatan bangsa dan melindungi konsumen dari risiko yang terkait dengan teknologi baru.

 

Tidak Ada Tempat untuk Libra di Jerman?

Menurut sumber terdekat, pemerintah Jerman telah merumuskan strategi blockchain yang komprehensif untuk melawan private cryptocurrency.

Dilaporkan, strategi blockchain disahkan oleh Kanselir Angela Merkel pada 18 September 2019, dan tujuannya adalah untuk mendorong evolusi digital ekonomi Jerman untuk mengurangi risiko yang terkait dengan teknologi baru.

Menurut dokumen itu, Jerman berupaya untuk bekerja dengan sekutu Eropa dan internasional untuk memastikan bahwa stablecoins yang diberdayakan blockchain tidak menjadi mata uang alternatif.

Lebih lanjut lagi, strategi blockchain menguraikan bahwa Berlin akan terus terlibat dengan Bundesbank, bank sentral Jerman dan diskusi akan fokus pada Central Bank Digital Currency (CBDC) untuk memastikan keadaan perkembangan saat ini dan menangani kemungkinan risiko yang ada.

Terlebih lagi, strategi blockchain menyatakan bahwa pemerintah menantikan tahun ini, yang akan memungkinkan obligasi elektronik berbasis blockchain untuk diperkenalkan.

 

Distributed Ledger Technology dalam Highlight

Olaf Scholz, Menteri Keuangan Jerman mengomentari strategi blockchain baru, dan mengatakan bahwa pemerintah ingin menjadi pusat teknologi terkemuka. Scholz juga mengakui bahwa tujuan ini dapat diperbarui dengan menggunakan teknologi terdistribusi sebagai Internet di masa depan.

Meskipun demikian, Menteri Keuangan menunjukkan bahwa penting juga untuk melindungi konsumen dan kedaulatan negara.

“Elemen inti dari kedaulatan negara adalah penerbitan mata uang, kami tidak akan menyerahkan tugas ini kepada perusahaan swasta.”

Lebih banyak laporan mengungkapkan bahwa Prancis dan Jerman berpendapat bahwa Libra berisiko terhadap sektor keuangan, dan dengan demikian, dapat mencegah otorisasi aset di Eropa. Namun beberapa negara telah mendukung penciptaan cryptocurrency publik alternatif di Eropa.

Secara umum, pemerintah di seluruh dunia telah menjadi lebih berhati-hati terhadap cryptocurrency setelah Facebook mengungkapkan rencana untuk meluncurkan Libra.

Pada 18 Juli 2019, seorang menteri Jerman telah menyerukan agar industri cryptocurrency diawasi secara ketat, termasuk Libra Facebook.

Menteri Keuangan Prancis pada 13 September 2019 memberikan komentar bahwa Libra tidak akan diizinkan di Eropa.

 

Informasi lain tentang Bitcoin dan Cryptocurrency :

Apa itu Dominasi Bitcoin?

 

Karena Stagflasi Ekonomi, Dana Fiat Bisa Lebih Banyak Masuk ke Cryptocurrency

 

Related articles

Binance Launchpad Menyelesaikan ICO Ketiganya Dengan Celer Network Dan Meraih 4 Juta Dolar

Binance Launchpad, sebuah platform peluncuran token yang dimiliki oleh Binance, crypto exchange terbesar di dunia sudah menyelesaikan 4 juta dolar dalam penjualan token Celer Network (CELR) sesuai yang diinfokan pada 19 Maret. Token sale ini selesai dalam 17 menit 35 detik dengan total jumlah token yang terjual sebesar 597.014.925 CELR dalam 1 kali penjualan. Seperti […]

YouTuber dengan Subscribers Terbanyak, PewDiePie Bergabung dengan Platform Live Streaming Blockchain

PewDiePie, YouTuber terpopuler di dunia dengan subscribers terbanyak, telah bergabung dengan platform live streaming berbasis blockchain, DLive. DLive, aplikasi penyiaran bertenaga blockchain yang mencakup sistem reward untuk content creator, mengumumkan pada hari Selasa bahwa content creator Swedia berusia 29 tahun dengan nama asli Felix Kjellberg ini telah menandatangani kesepakatan live streaming “eksklusif” dengan platform tersebut. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *