Blockchain dan Crypto Indonesia

Visa Mengusulkan Metode Pembayaran Mata Uang Digital Offline

Visa sudah mengusulkan sistem pembayaran online untuk CBDC pada proposal riset terbaru. Proposal riset yang berjudul “Menuju Infrastruktur Hiearki 2 Tingkat: Sistem Pembayaran Offline Untuk CBDC.”, mengakui manfaat CBDC tetapi mengatakan bahwa CBDC seharusnya ketika sudah tersedia untuk publik dapat dibuat tanpa koneksi internet.

CBDC sendiri merupakan bentuk digital dari mata uang fiat yang dapat berjalan di blockchain tapi tidak harus menggunakan teknologi buku besar yang terdistribusi. Tidak seperti cryptocurrency Bitcoin dan Litecoin, CBDC dapat dikontrol oleh satu entitas seperti contohnya Bank of England. Supaya pembayaran dapat dilakukan secara offline, Visa mengusulkan sistem yang akan menggunakan teknologi open source dan infrastruktur public key jadi transaksi dapat dilakukan tanpa harus terhubung ke internet. Proposal tersebut menguraikan protokol yang dapat dikembangkan di masa depan namun belum ada kode untuk ide semacam itu yang telah ditulis.

Pada proposal tersebut tertulis bahwa penerima dapat mengirimkan  pesan pembayaran offline yang sudah ditandatangani untuk penyedia wallet yang sudah di autorisasi dengan jaminan penyelesaian transaksi tersebut untuk menarik dana dari sistem pembayaran offline. Menurut Visa, salah satu alasan utama bank sentral menjelajahi mata uang digital adalah karena hal tersebut membantu menghubungkan individu-individu yang belum terkoneksi ke bank ke ekosistem dinamis FinTech dan produk finansial lainnya. Inti dari gagasan ini adalah sistem pembayaran offline yang memberikan pengalaman sama yang dirasakan ketika menggunakan mata uang fisik. Namun alih-alih uang tersebut berada dalam bentuk kertas di dompet masyarakat, uang tersebut berada di dalam handphone Anda.

Terlepas dari penelitian yang dilakukan oleh Visa, sebenernya hal tersebut hanya berupa penelitian. Sebagian besar negara yang tertarik dengan teknologi tersebut masih di dalam tahap paling awal mengembangkan CBDC. Beberapa negara ada yang sudah melangkah lebih jauh. Bahama meluncurkan fase pertama mata uang digital di October dan masyarakat China mengambil bagian dalam uji coba yuan digital.

Paper tersebut juga tidak menyebutkan kata “blockchain“.

 

Exit mobile version