YouTuber dengan Subscribers Terbanyak, PewDiePie Bergabung dengan Platform Live Streaming Blockchain

PewDiePie, YouTuber terpopuler di dunia dengan subscribers terbanyak, telah bergabung dengan platform live streaming berbasis blockchain, DLive.

DLive, aplikasi penyiaran bertenaga blockchain yang mencakup sistem reward untuk content creator, mengumumkan pada hari Selasa bahwa content creator Swedia berusia 29 tahun dengan nama asli Felix Kjellberg ini telah menandatangani kesepakatan live streaming “eksklusif” dengan platform tersebut. Diluncurkan pada 2010, genre channel PewDiePie adalah komedi dan game yang memiliki lebih dari sekitar 94,5 juta subscribers dan total video view mencapai 21 miliar view per April 2019, dengan video terbarunya mencapai 4 juta views dalam waktu kurang dari 24 jam.

Keputusan ini muncul menyusul petisi baru-baru ini yang bertujuan untuk melarang PewDiePie dari YouTube karena ia telah dituduh sebagai “salah satu platform terbesar untuk konten supremasi kulit putih.” Petisi itu, yang telah mengumpulkan lebih dari 81.000 penandatangan pada press release, dilaporkan dibuat setelah channel PewDiePie disebutkan oleh pria penembakan Christchurch sebelum penyerangan mengerikannya di dua masjid Selandia Baru.

Setelah petisi, Kjellberg mengklaim bahwa tuduhan terhadapnya adalah “secara terang-terangan salah representasi dan memberi informasi yang salah kepada orang-orang,” menambahkan bahwa banyak dari mereka “hanya berbohong.”

Berdasarkan pengumuman tersebut, PewDiePie akan melakukan streaming mingguan mulai 14 April di DLive, komunitas terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Lino blockchain. Di saluran DLive resminya, PewDiePie juga mengatakan bahwa ia akan mendukung content creator di platform tersebut dengan menyumbang hingga 50.000 dolar AS pada maksimum 100 creator.

Menurut sumber-sumber online, bintang YouTube ini adalah penghasil terbesar kesembilan platform itu, dengan 15,5 juta dolar AS pada tahun 2018. Seorang reviewer mainan berusia tujuh tahun bernama Ryan menempati urutan teratas dengan pendapatan 22 juta dolar AS.

PewDiePie berkata dalam pengumuman hari ini:

“Saya senang memulai streaming langsung lagi secara rutin! DLive sangat bagus untuk saya karena saya diperlakukan seperti mitra yang nyata, sama seperti semua streamer lain di platform unik DLive.”

DLive menghadiahkan content creator dan penonton menggunakan token aslinya, “Lino points.” Sementara beberapa platform tersentralisasi lainnya mengambil hingga 50 persen dari pendapatan creator, mengurangi “viabilitas dan mata pencaharian” komunitansya, DLive tidak mengambil persentase dari pendapatan dan tidak membebankan biaya apa pun kepada content creator, kata platform tersebut. Menurut siaran pers, DLive sekarang memiliki lebih dari 3 juta pengguna aktif bulanan dan 35.000 streamer aktif.

Salah satu pendiri Lino Network, Wilson Wei berkomentar:

“DLive adalah tempat di mana bukannya bersaing satu sama lain, itu menguntungkan para creator untuk saling mendukung. Tanpa pemotongan platform, kami memberi insentif kepada semua orang untuk membuat konten berkualitas tinggi bagi pemirsa. ”

Lino mengumpulkan 20 juta dolar AS pada Februari 2018 untuk membangun “YouTube di atas blockchain” dalam penjualan token pribadi yang dipimpin oleh ZhenFund.

Wei mengklaim pada saat itu bahwa ia mengharapkan content creators untuk mengumpulkan tiga hingga lima kali keuntungan yang mereka dapatkan di YouTube atau pesaingnya, platform video live streaming milik Amazon, Twitch yang baru-baru ini, menghapus Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH) sebagai opsi pembayaran untuk berlangganan.

Pada tanggal 4 April, penyedia indeks kripto AltDex meluncurkan indeks kripto untuk token terkait game yang dirancang untuk melacak cryptocurrency dan token proyek berbasis blockchain terkait dengan video game, esport, dan aplikasi desentralisasi analog lainnya.

Related articles

perbedaan bitcoin besar dan bitcoin kecil

AT&T Menerima Bitcoin sebagai Sarana Pembayaran

Pada 23 Mei 2019, AT&T yang merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi global terbesar di dunia menerima bitcoin sebagai metode pembayaran tagihannya. Jadi sekarang ini pengguna AT&T yang berjumlah lebih dari 150 juta orang ini bisa membayar melalui BitPay. AT&T menjadi perusahaan operator seluler pertama di Amerika Serikat yang memberlakukan bitcoin dan bitcoin cash sebagai metode […]

Lanjutan Pengujian Sistem Blockchain Antar Bank oleh Asosiasi Pebankan Italia

Asosiasi Perbankan Italia (ABI) saat ini sedang menguji solusi antar bank blockchain berdasarkan platform ledger open-source R3 Corda, FinExtra melaporkan pada hari Rabu, 13 Februari. ABI menyatakan bahwa platform tersebut telah dikembangkan bersama dengan mitra teknisnya – R3, perusahaan IT Jepang NTT Data dan perusahaan ICT Italia Sia. Proyek, dijuluki “Spunta,” dilaporkan sekarang sedang diuji […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *